Baru, Tarif Rusunawa KS Tubun Rp 1,5 Juta per Bulan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana Rusunawa KS Tubun yang belum berpenghuni di Jakarta Pusat, Kamis, 21 Maret 2019. Rusunawa yang sudah rampung sejak tahun 2017 dan berlokasi dekat dengan Stasiun Tanah Abang ini hingga Maret 2019 belum juga dihuni. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Suasana Rusunawa KS Tubun yang belum berpenghuni di Jakarta Pusat, Kamis, 21 Maret 2019. Rusunawa yang sudah rampung sejak tahun 2017 dan berlokasi dekat dengan Stasiun Tanah Abang ini hingga Maret 2019 belum juga dihuni. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah susun sederhana sewa atau Rusunawa baru di Jalan KS Tubun akan dibuka pada Agustus 2019. Tarif hunian vertikal di seberang Stasiun KRL Tanah Abang, Jakarta Pusat, tersebut dibanderol Rp 1,5 juta per bulan.

    Kepala Unit Pengelolaan Rusun (UPRS) Jatirawasari, Dwiyanti Chotifah, menjelaskan penentuan tarif didasarkan pada Pergub 55 Tahun 2018 dan Pergub 29 Tahun 2019 tentang retribusi pelayanan perumahan. Dalam aturan itu, tarif sewa rusun didasarkan pada penghasilan per bulan penghuninya.

    BacaLokasinya Strategis, Harga Sewa Rusun di Tanah Abang Direvisi 

    Dalam pergub itu, penghuni berpenghasilan Rp 2,4-5 juta per bulan beban tarifnya adalah Rp 765 ribu per bulan. Untuk yang berpenghasilan Rp 4,5- 7 juta dibebani tarif Rp 1,5 juta. Beban tarif itu tak termasuk tagihan air dan listrik. "K.S. Tubun tarifnya Rp 1,5 Juta per bulan, (karena) kan tempatnya juga strategis," ujar Chotifah saat dihubungi, Senin, 24 Juni 2019.

    Selain Rusunawa KS Tubun yang memiliki 524 unit, Pemprov DKI rencananya membuka 11 rusunawa lainnya pada Agustus 2019. Rusun tersebut antara lain Rusun BLK Pasar Rebo sebanyak 346 unit, Rusun Nagrak (3.570 unit), Rusun Rorotan (1.020), Rusun Semper (233), Rusun Rawa Buaya (778), Rusun Pulogebang Penggilingan (636), Rusun Penggilingan (1.530), Rusun Pulogebang (255), Rusun Rawa Bebek (255), Rusun Pengadegan (188), dan Rusun Tegal Alur (95).

    Baca jugaSandiaga Uno Sebut Alasan Rusun Era Ahok di KS Tubun Belum Dihuni

    Dinas Perumahan DKI tengah melakukan verifikasi data pemohon yang akan menempati Rusunawa KS Tubun itu. Verifikasi tersebut meliputi mengecek dan mencocokkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dan Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD). Prmohom yang telah lolos verifikasi akan diundi untuk penempatan unit.

    M. JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.