Sudah Pertengahan Tahun, Pajak Daerah DKI Belum Sampai 50 Persen

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi uang

    ilustrasi uang

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta baru mengumpulkan pajak daerah sebesar Rp 13,6 triliun hingga Juni 2019 atau medio tahun ini. Jumlah itu masih jauh dari targetkan perolehan pajak daerah DKI sebesar Rp 44,1 triliun hingga akhir tahun ini.

    "Penerimaan pajak per Juni Rp 13,6 triliun, jumlah ini lebih tinggi Rp 821 miliar dibanding tahun lalu di bulan yang sama," ujar Kepala BPRD Faisal Syafruddin saat dihubungi hari ini, Senin, 24 Juni 2019. "Insya Allah tercapai. Kami berdoa dan kerja keras terus."

    BacaDewan Minta Pemerintah DKI Tidak Naikan Pajak Daerah

    Dia menyatakan optimistis target penerimaan pajak akan terealisasi di akhir tahun meskipun hingga pertengahan tahun belum mencapai 50 persen. Dia berjanji menggenjot pendataan wajib pajak.

    Dalam paparan data  penerimaan pajak daerah yang diperoleh Tempo, sampai medio tahun ini pos yang menyumbang paling besar adalah Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar Rp 3,9 triliun, diikuti Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) Rp 2,3 triliun. Sedangkan pos yang paling kecil menyumbang pemasukan pajak daerah dari pajak rokok Rp 220 miliar dan Pajak Air Tanah (PAT) Rp 44 miliar.

    Baca jugaGenjot Pendapatan, Anies Baswedan Naikkan 4 Pajak Daerah 

    Rata-rata penerimaan pajak daerah DKI mengalami peningkatan hampir di seluruh pos jika dibandingkan dengan pendapatan pajak tahun lalu di bulan yang sama. Penurunan pendapatan hanya terjadi di empat dari 13 pos, antara lain BBN-KB, Pajak Hiburan, BPHTB, dan PBB-P2.

    M. JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.