Bos Pabrik Sabu Kalideres Murid Pheng Chun di Cipondoh

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Erick Frendriz saat konferensi pers pengungkapan kasus pabrik sabu di Perumahan Citra 2, Blok BH 8 Nomor 10, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 24 Juni 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Erick Frendriz saat konferensi pers pengungkapan kasus pabrik sabu di Perumahan Citra 2, Blok BH 8 Nomor 10, Kalideres, Jakarta Barat, Senin, 24 Juni 2019. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Erick Frendriz mengatakan, pemilik pabrik sabu di Kalideres, Mangendar Wanto, 42 tahun, memperoleh ilmu meracik narkotika serbuk kristal itu dari pemilik pabrik sejenis bernama Antonius Wongso alias Pheng Chun (56).

    Pabrik milik Pheng Chun di Perumahan mewah Metland, Cipondoh, Kota Tangerang, digerebek polisi pada Agustus 2018. "MG pernah belajar membuat sabu kepada tersangka PC yang sudah kami tangkap sebelumnya," ujar Erick saat konferensi pers di Perumahan Citra 2, Kalideres, Jakarta Barat pada Senin, 24 Juni 2019.

    BacaPolisi Bongkar Pabrik Sabu di Perumahan Citra 2 Kalideres 

    Pabrik sabu milik Mangendar berada di Perumahan Citra 2, Blok BH 8 Nomor 10, Kalideres Jakarta Barat. Rumah dua lantai itu digerebek polisi pada Sabtu, 22 Juni 2019, sekitar pukul 21.00. Dari rumah itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. "Antara lain, sabu yang sudah jadi dan siap edar satu kilogram lebih."

    Di lokasi, polisi juga mendapatkan sabu setengah jadi dalam bentuk cairan dan bahan baku, seperti prekursor, efedrina, alkohol, dan aseton. Menurut Erick, bahan-bahan itu dibeli pelaku dari situs jual-beli online besar dan resmi.

    "Ada beberapa hal yang harusnya tidak bisa dijual bebas, namun secara online bisa didapatkan di sana," kata Erick.

    Menurut hasil uji laboratorium forensik, Erick menjelaskan, kualitas sabu yang dihasilkan Mangendar tergolong bagus. Hampir sama dengan yang ditemukan polisi di Cipondoh. "Karena mereka satu guru, hasilnya sama identik, termasuk bahan baku juga hampir sama," kata dia.

    Mangendar dijerat polisi dengan Pasal 113, 114, dan 112 Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentnag Narkotika. Dia terancam dijatuhi hukuman mati atau penjara seumur hidup.

    Baca jugaPolisi Temukan Pabrik Sabu di Cipondoh Tangerang

    Adapun dalam kasus di Cipondoh, sabu yang dihasilkan memiliki kualitas impor. Saat itu Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Hengki Haryadi mengatakan sabu dibanderol Rp 700 ribu per gram. Sejak 2017, Pheng Chun memproduksi sabu sebanyak 10 hingga 15 kilogram setiap hari. “Hasil penelitian Puslabfor sabu ini lebih bagus dari sabu yang beredar di pasaran,” kata Hengki di pabrik Pheng Chun pada Rabu, 8 Agustus 2018.

    M. YUSUF MANURUNG | AYU CIPTA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.