Tak Khawatirkan Zonasi Sekolah PPDB, Anies Jelaskan Mengapa

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa dan orang tua murid mendaftar seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Jakarta, Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.Sistem PPDB Jakarta Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta menggunakan tiga jalur penerimaan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah siswa dan orang tua murid mendaftar seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di SMAN 1 Jakarta, Jakarta, Senin, 24 Juni 2019.Sistem PPDB Jakarta Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) DKI Jakarta menggunakan tiga jalur penerimaan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan seperti tak ambil pusing dengan polemik Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2019 jalur zonasi sekolah yang menghilangkan status sekolah favorit. Dia menyatakan DKI fokus memperbaiki kualitas sekolah di Jakarta agar kualitas semua sekolah merata sehingga tidak ada sekolah favorit.

    "Memperbaiki mutu sekolah di semua sekolah, itu yang kami lakukan," ujar Anies di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin, 24 Juni 2019. 

    BacaPPDB DKI, Ada Jalur Khusus untuk Anak Pemegang KJP

    Anies menyampaikan, Pemprov DKI Jakarta saat ini lebih fokus meningkatkan mutu pendidikan di semua sekolah dibandingkan dengan sistem PPDB. Ia mengatakan peningkatan kualitas pendidikan di Jakarta akan dimulai dengan memperbaiki mutu seluruh sekolah. Perbaikan mutu itu nantinya akan membuat orangtua siswa memiliki kepastian soal kualitas pendidikan anaknya di mana pun mereka sekolah. "Yang penting bagi saya itu kualitas sekolah itu harus ditingkatkan, apapun sistem rekrutmennya."

    PPDB 2019 jalur zonasi sekolah dengan sistem daring (online) untuk jenjang SMA di Provinsi DKI Jakarta dimulai Senin, 24 Juni 2019, pukul 08.00 WIB sampai Rabu, 26 Juni 2019, pukul 14.00. Sistem zonasi sekolah mensyaratkan domisili calon siswa ke sekolah yang akan dipilih ketimbang nilai Ujian Nasional SMP.

    M. JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.