Dalam Duplik, Pengacara Ungkap Ratna Sarumpaet Malu karena Oplas

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (kiri) didampingi anaknya Atiqah Hasiholan (kanan) saat akan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Pengacara Ratna, Desmihardi, duplik akan membahas tentang keonaran yang didakwa oleh JPU kepada Ratna. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet (kiri) didampingi anaknya Atiqah Hasiholan (kanan) saat akan menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Pengacara Ratna, Desmihardi, duplik akan membahas tentang keonaran yang didakwa oleh JPU kepada Ratna. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara terdakwa Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, mengungkap bahwa kliennya menyebarkan hoax untuk menutupi rasa malu karena menjalani operasi sedot lemak. Alasan itu disampaikan Insank dalam duplik atau jawaban terhadap replik Jaksa Penuntut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 25 Juni 2019.

    Baca: Menunggu Putusan, Ratna Sarumpaet: Mudah-mudahan Hakim Adil

    Insank, menyebut berdasarkan fakta persidangan terungkap kalau Ratna hanya berbohong kepada keluarga dan kerabat dekatnya saja. Pada saat itu Ratna baru saja menjalani operasi plastik di Rumah Sakit Khusus Bedah Bina Estetika, Menteng, Jakarta Pusat.

    “Bukan bertujuan supaya terjadi kerusuhan atau keonaran di kalangan rakyat,” kata  Insank saat membacakan dupiik, Selasa.

    Atas dasar itu, Insank menganggap Ratna tak melanggar pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang mengedarkan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, seperti dakwaan JPU.

    Insank bahkan menyebut kalau kasus yang menjerat kliennya terkesan dipaksakan untuk membungkam Ratna Sarumpaet sebagai aktivis yang sering mengkritik pemerintah. “Dibuktikan dengan pasal yang digunakan adalah pasal yang seharusnya dipakai dalam keadaan genting, yang tercatat dalam sejarah tidak pernah diterapkan sejak Indonesia merdeka,” ujar Insank.

    Baca: Pengacara Ratna Sarumpaet Persoalkan Dua Saksi dari JPU

    Berbeda dengan Insank, jaksa dalam repliknya meyakini kalau Ratna Sarumpaet telah memenuhi unsur menyebarkan berita bohong, baik secara langsung atau tidak langsung menyebabkan keonaran. Hal tersebut terbukti dari pengakuan sejumlah saksi seperti Ahmad Rubangi, Saharudin, Makmur Julianto, Said Iqbal dan Rocky Gerung yang dikirimi foto Ratna dengan wajah lebam yang disertai keterangan akibat pemukulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.