Aksi Putusan MK, MRT Tambah Personel Keamanan di Stasiun

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa Halalbihalal Akbar PA 212 yang menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, semakin mendekati blokade ke arah Gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis siang 27 Juni 2019. TEMPO /TAUFIQ SIDDIQ

    Massa Halalbihalal Akbar PA 212 yang menggelar aksi di kawasan Patung Kuda, Monas, semakin mendekati blokade ke arah Gedung Mahkamah Konstitusi, Kamis siang 27 Juni 2019. TEMPO /TAUFIQ SIDDIQ

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta mempertebal keamanan di lima stasiunnya berkaitan dengan pelaksanaan penyampaian pendapat terkait putusan MK hari ini. Peningkatan keamanan berupa penambahan 50 personel keamanan.

    "Kami sudah lakukan penebalan keamanan di 5 stasiun termasuk Bundaran HI, Dukuh Atas. Staf stasiun dan Operation Command Center juga memantau terus situasi di dalam dan sekitar stasiun," ujar Division Head Corporate Secretary PT MRT Jakarta Muhamad Kamaluddin saat dihubungi Tempo, Kamis, 27 Juni 2019.

    Baca: Anies Bicara Soal Demo di Sidang Putusan Mahkamah Konstitusi

    Meski ada peningkatan keamanan, Kamaluddin menjelaskan aksi demonstrasi di MK tak mengganggu jam operasional kereta bawah tanah tersebut. Menurut dia, saat ini operasional MRT berjalan normal seperti biasa.

    "Tapi kami antisipasi tutup 1-2 stasiun jika situasi di sekitar stasiun sudah tidak kondusif, sesuai dengan SOP kami," ujar Kamal.

    Baca: Buka Sidang Putusan MK, Hakim: Kami Hanya Takut kepada Allah SWT

    Sejumlah kelompok massa menggelar aksi di sekitar gedung MK untuk mengawal pembacaan putusan MK tentang gugatan pilpres 2019. Massa sudah berkumpul sejak pagi.

    Adapun saat ini, majelis hakim konstitusi masih membacakan putusan MK. Pembacaan putusan itu dimulai sejak pukul 12.30 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.