Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kisruh Lahan Runway 3 Bandara, Diduga Tiga Kelompok Bersengketa

image-gnews
Warga Desa Rawa Rengas demonstrasi di Pengadilan Negeri Tangerang, menuntut pembayaran pembebasan lahan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 11 Maret 2019. Tempo/Ayu Cipta
Warga Desa Rawa Rengas demonstrasi di Pengadilan Negeri Tangerang, menuntut pembayaran pembebasan lahan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta, Senin, 11 Maret 2019. Tempo/Ayu Cipta
Iklan

TEMPO.CO, Tangerang - Kuasa hukum, PT Angkasa Pura II Rustam Effendi mengakui sengketa lahan Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta terjadi karena banyak pihak yang saling mengklaim tanah yang akhirnya berujung pada konsinyasi ke Pengadilan Negeri Tangerang.

"AP II sudah membayar semua lahan, bangunan hingga butiran debunya, tapi ironisnya kami tidak bisa gunakan tanah itu," ujarnya kepada Tempo, Jum'at 28 Juni 2019.

Baca : Protes Kisruh Lahan Runway 3 Bandara, Warga Gelar 3 Aksi Hari Ini

Sengkarut kepemilikan lahan ini, kata Rustam, terjadi di Desa Rawarengas Kabupaten Tangerang yang kini ratusan warganya bertahan dan menolak hengkang sebelum ganti rugi dibayarkan.

Sementara uang ganti rugi telah dititipkan di Pengadilan Negeri Tangerang karena status tanah bersengketa. "Disini terjadi sengketa antar pemilik lahan dan sengketa pemilik lahan dan bangunan," katanya.

Dari total ratusan milyar nilai lahan dan bangunan yang dikonsinyasi, kata Rustam, dimiliki oleh tiga kelompok yang bersengketa.

"Sebagian ada yang telah berdamai dan sudah mengajukan pencairan. Sebagian masih gugat mengugat. Tapi yang paling banyak adalah pihak yang mengklaim tapi tidak melakukan apa apa."

Dia mencontohkan, seperti bidang tanah yang diklaim milik Sianturi di RW 15 Rawarengas yang bersengketa dengan 61 orang. "Untuk bidang tanah ini saja, ada dua kelompok. Kelompok pertama yang mengklaim kepemilikan tanah dan kelompok kedua tidak mengklaim tanah tapi klaim bangunan. Nilainya Rp 80 milyar," kata Rustam.

Sebagai pengguna lahan dan juru bayar, kata Rustam, AP II telah membayar semua lahan dan bangunan tersebut. Namun, untuk lahan yang bersengketa itu dititipkan ke Pengadilan Negeri Tangerang.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Masalahnya, uang warga yang dititipkan di Pengadilan itu belum bisa dicairkan sebelum antara pengklaim tanah berdamai atau menunggu putusan pengadilan. Sementara, lahan yang menurut AP II sudah dibebaskan itu harus digunakan untuk pembangunan Runway 3. ",Kenapa tidak dibayarkan, karena uangnya sudah dititipkan ke PN Tangerang. AP II menyarankan berdamailah. Hari ini damai, besok uang sudah bisa diambil."

Menurut Rustam, banyak sekali persoalan lahan dalam pengadaan tanah perluasan bandara Soekarno-Hatta tersebut. "Pertanyaanya, siapa yang punya kewenangan dan bertanggungjawab atas masalah ini?."

AP II, ia melanjutkan, menerima berita acara penyerahan tanah dari Kementerian ATR yang diwakilkan oleh Badan Pertanahan Nasional. "Seharunya AP II diberikan tanah yang clear. Saat ini, kami tidak bisa menggunakan. Padahal setiap jengkal tanah dan bangunan sudah dibayar.

Ratusan warga desa Rawarengas hingga kini masih bertahan karena belum menerima ganti rugi atas bidang tanah dan rumah mereka yang tergusur proyek perluasan Bandara Soekarno-Hatta tersebut. Seperti di RW 15, saat ini 145 kepala keluarga atau 750 jiwa masih bertahan.

Belakangan diketahui jika lahan yang mereka tempati tersebut berstatus sengketa karena diklaim beberapa warga. Alhasil, uang ganti rugi mereka tertahan karena dikonsinyasi atau dititipkan ke Pengadilan Negeri Tangerang.

Baca : Kisruh Runway 3 Bandara, Warga Tolak Relokasi

Sejak Senin 24 Juni warga telah menggelar unjukrasa dengan memblokir akses masuk bandara, jalan Perimeter Utara.

Mereka juga melakukan pembakaran ban bekas dan kayu serta beramai ramai menaikan layang layang sebagai bentuk protes kisruh lahan runway 3 bandara yang berlarut. Warga juga bersiap melakukan perlawanan ekskusi paksa yang dijadwalkan 1-8 Juli mendatang.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Terpopuler Bisnis: Jalan Tol Palembang - Betung Ditarget Rampung 2025, Rupiah Makin Keok

3 hari lalu

Pergerakan Rupiah terhadap Dolar AS 6-15 April 2024. (Google.com)
Terpopuler Bisnis: Jalan Tol Palembang - Betung Ditarget Rampung 2025, Rupiah Makin Keok

Kementerian PUPR menargetkan Jalan Tol Palembang - Betung selesai pada 2025. Untuk itu butuh tambahan tim percepatan.


Bandara Soekarno - Hatta Peringkat 28 Terbaik Dunia, Nomor 5 Kategori 70 Juta Penumpang

4 hari lalu

Penumpang terlihat memindai paspornya dan menghadap ke autogate atau pintu otomatis imigrasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, pada 3 Januari 2024. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/Spt)
Bandara Soekarno - Hatta Peringkat 28 Terbaik Dunia, Nomor 5 Kategori 70 Juta Penumpang

Skytrax menetapkan Bandara Soekarno - Hatta peringkat 28 terbaik dunia 2024.


Kronologi Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Medan ke Jakarta Melalui Pesawat Lion Air, Mengapa Bisa Lolos Pemeriksaan?

4 hari lalu

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Umum (Bareskrim) Komisaris Besar Arie Ardian (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti dari penangkapan 24 kilogram sabu dan ekstasi sebanyak 1.840 di Gedung Mabes Polri, Kamis, 18 April 2024. Pengungkapan dua kasus peredaran narkotika itu dilakukan sejak 22 Maret 2024 dan 4 April lalu. TEMPO/Ihsan Reliubun
Kronologi Penyelundupan Sabu dan Ekstasi dari Medan ke Jakarta Melalui Pesawat Lion Air, Mengapa Bisa Lolos Pemeriksaan?

Bareskrim bersama tim gabungan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta menangkap penumpang Lion Air yang membawa sabu dan ekstasi dari Medan.


Bandara Soekarno-Hatta Peringkat 28 Terbaik Dunia 2024, Meroket dari Posisi 43 Dunia

4 hari lalu

Calon penumpang pesawat berjalan di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Ahad, 16 Januari 2022. Pembatasan sempat dilakukan untuk membendung Covid-19 varian omicron. ANTARA/Fauzan
Bandara Soekarno-Hatta Peringkat 28 Terbaik Dunia 2024, Meroket dari Posisi 43 Dunia

Bandara Soekarno-Hatta naik peringkat dari posisi 43 menjadi 28 terbaik dunia 2024, tertinggi dalam sejarah


Tanggapan Lion Air Terkait Penangkapan 2 Karyawan dalam Kasus Penyelundupan Narkoba Jalur Udara

4 hari lalu

Corporate Communication Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantono, memberikan keterangan terkait pelaporan perundungan yang dilakukan terhadap Pilot Loin Air, di Kantor Pusat Lion Air, Jakarta. 30 Agustus 2018. TEMPO/Chitra Paramaesti.
Tanggapan Lion Air Terkait Penangkapan 2 Karyawan dalam Kasus Penyelundupan Narkoba Jalur Udara

Manajemen Lion Air angkat bicara terkait informasi penangkapan dua karyawan maskapai itu dalam kasus penyelundupan narkoba melalui jalur udara.


Bareskrim Ungkap Peredaran Narkoba Melalui Jalur Udara, 2 Petugas Lion Air Terlibat

5 hari lalu

Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Umum (Bareskrim) Komisaris Besar Arie Ardian (dua dari kanan) menunjukkan barang bukti dari penangkapan 24 kilogram sabu dan ekstasi sebanyak 1.840 di Gedung Mabes Polri, Kamis, 18 April 2024. Pengungkapan dua kasus peredaran narkotika itu dilakukan sejak 22 Maret 2024 dan 4 April lalu. TEMPO/Ihsan Reliubun
Bareskrim Ungkap Peredaran Narkoba Melalui Jalur Udara, 2 Petugas Lion Air Terlibat

Bareskrim Polri menangkap jaringan pengedar narkoba yang melintas melewati jalur udara.


Gunung Ruang Erupsi, Sejumlah Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Manado Dibatalkan

5 hari lalu

Batik Air. Dok. Lion Group
Gunung Ruang Erupsi, Sejumlah Penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta ke Manado Dibatalkan

Sejumlah penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) tujuan Manado (MDC) Sulawesi Utara dan sebaliknya dibatalkan dampak dari Gunung Ruang Erupsi.


Arus Mudik Lebaran 2024, Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk di Asia Tenggara Mengalahkan Changi

5 hari lalu

Sejumlah calon penumpang antre untuk lapor di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat 24 April 2020. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan menghentikan sementara aktifitas penerbangan komersil terjadwal baik dalam dan luar negeri terhitung mulai 24 April hingga 1 Juni 2020. Hal tersebut merupakan bagian dari pengendalian transportasi selama masa mudik Lebaran 1441 H untuk mencegah penyebaran COVID-19. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Arus Mudik Lebaran 2024, Bandara Soekarno-Hatta Tersibuk di Asia Tenggara Mengalahkan Changi

Padatnya penumpang selama periode angkutan Lebaran 2024 menjadikan Bandara Soekarno-Hatta tersibuk di Asia Tenggara.


Bareskrim Tangkap Dua Pegawai Maskapai Swasta, Diduga Selundupkan Narkoba ke Kabin Pesawat

5 hari lalu

Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigjen Pol. Mukti Juharsa. (ANTARA/Laily Rahmawaty
Bareskrim Tangkap Dua Pegawai Maskapai Swasta, Diduga Selundupkan Narkoba ke Kabin Pesawat

Dua pegawai maskapai swasta yang diduga sebagai kurir narkoba itu ditangkap saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta.


Puncak Arus Balik Lebaran, Jumlah Penumpang di 20 Bandara AP II Tembus 309.477 Orang

7 hari lalu

Penumpang menunggu kedatangan pesawat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa, 9 April 2024. Pada H-1 Hari Raya Idul fitri 1445 H, terminal keberangkatan domestik nampak mulai lengang. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Puncak Arus Balik Lebaran, Jumlah Penumpang di 20 Bandara AP II Tembus 309.477 Orang

PT Angkasa Pura II mencatat pergerakan penumpang di puncak arus balik Lebaran meningkat 24 persen.