Spanduk - Karangan Bunga di Rumah Ma'ruf Amin, Ini Kata Tetangga

Reporter

Editor

Dwi Arjanto

Dua bocah berjalan di depan karangan bunga ucapan selamat atas terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai Wakil Presiden periode 2019-2024 berdiri di depan rumahnya di Jalan Lorong 27 RT7 RW8 Kelurahan/Kecamatan Koja, Jakarta Utara, 28 Juni 2019. Tempo/Imam Hamdi

TEMPO.CO, Jakarta -Satu karangan bunga dan spanduk ucapan selamat atas terpilihnya KH. Ma'ruf Amin sebagai wakil presiden, berdiri di depan rumahnya di Jalan Lorong 27 RT7 RW8 Kelurahan/Kecamatan Koja, Jakarta Utara, pada Jumat, 28 Juni 2019.

Karangan bunga tersebut tertulis atas pemberian Dekan Fakultas Hukum Ibnu Chaldun Jakarta.

Baca : Begini Ma'ruf Amin di Mata Tetangga yang Senang Sekaligus Sedih

Tetangga Ma'ruf Amin, Yuni Saraswati, 46 tahun, mengatakan spanduk da karangan bunga tersebut baru terpasang tadi pagi sekitar pukul 09.00. "Baru satu itu saja (karangan bunga) di rumah Pak Kiai, setelah putusan Mahkamah Konstitusi kemarin," kata Yuni di rumahnya yang berhadapan dengan kediaman Maruf Amin.

Yuni menuturkan karangan bunga juga pernah terpasang di rumah Maruf saat pasangan Jokowi-Maruf dinyatakan menang versi lembaga survei.

Namun, karangan bunga tersebut langsung dipindahkan untuk menghindari situasi politik yang sedang memanas karena kedua pasangan baik dari kubu Jokowi maupun Prabowo mengklaim menang atas versi masing-masing.

"Jadi begitu diterima langsung dipindahkan karena belum ada penetapan pemenang pemilu presiden kemarin." Menurut Yuni, warga mengenal sosok Maruf sebagai tokoh ulama yang ramah dan bermasyarakat. Bahkan, rumah Maruf terbuka bagi siapa saja yang mau datang.

Selain itu, saban Sabtu dan Minggu rumah Maruf dijadikan tempat pengajian ibu-ibu di sekitar kediamannya. "Yang ngajar ngaji ibu-ibu keponakan Pak Kiai."

Kamis, 27 Juni 2019 kemarin, Mahkamah Konstitusi menyatakan menolak seluruh permohonan yang diajukan kuasa hukum BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.

Tim kuasa hukum yang diketuai Bambang Widjojanto itu sebelumnya mendalilkan bahwa telah terjadi kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif di pilpres 2019.

BacaMa'ruf Amin Jadi Wapres, Ini Kata Tukang Bakso Jalan Lorong 27

Dalam putusannya, Mahkamah menyatakan dalil pemohon itu tak beralasan menurut hukum dan tak terbukti. Dengan demikian pasangan Jokowi - Ma'ruf Amin bakal dilantik menjadi presiden dan wakil presiden periode 2019-2024.






Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

5 hari lalu

Gotong Royong Mewujudkan Kabupaten dan Kota Sehat

Kementerian Dalam Negeri RI berharapan pengesahan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) Kabupaten Kota Sehat bisa dirampungkan pada tahun ini


Vaksin Booster Kedua Berbayar? Ma'ruf Amin: Memang Ada Wacana

6 hari lalu

Vaksin Booster Kedua Berbayar? Ma'ruf Amin: Memang Ada Wacana

Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mengatakan memang ada wacana mengenai kemungkinan vaksin booster kedua berbayar. Untuk siapa?


KLB PSSI: 2 Menteri Jadi Calon Ketua dan Wakil Ketua, Bisakah Dianggap Bentuk Intervensi Pemerintah?

7 hari lalu

KLB PSSI: 2 Menteri Jadi Calon Ketua dan Wakil Ketua, Bisakah Dianggap Bentuk Intervensi Pemerintah?

Dua menteri kabinet Indonesia Maju masuk bursa ketua dan wakil ketua umum PSSI. Apakah ini bisa disebut sebagai intervensi pemerintah?


Haul Akbar ke-18 Guru Sekumpul Digelar, Berikut Profil Ulama Ternama dari Martapura

7 hari lalu

Haul Akbar ke-18 Guru Sekumpul Digelar, Berikut Profil Ulama Ternama dari Martapura

Haul akbar ke-18 Guru Sekumpul kembali digelar. Lantas, siapakah sebenarnya sosok Guru Sekumpul atau KH Muhammad Zaini bin Abdul Gani ini?


Terpopuler Bisnis: Fakta Terbaru Tukang Becak Bobol BCA, Komisi VI DPR Dorong Pembentukan Pansus Meikarta

8 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Fakta Terbaru Tukang Becak Bobol BCA, Komisi VI DPR Dorong Pembentukan Pansus Meikarta

Berita terpopuler Tempo.co. Mulai dari fakta persidangan tukang becak pembobol rekening BCA hingga rencana pembentukan Pansus Meikarta.


Ma'ruf Amin Dukung Kenaikan Biaya Haji: Subsidi Haji Terlalu Besar

9 hari lalu

Ma'ruf Amin Dukung Kenaikan Biaya Haji: Subsidi Haji Terlalu Besar

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mendukung usulan Kementerian Agama menaikkan ongkos haji.


Cegah Nilai Manfaat Tergerus Habis, Ma'ruf Amin Minta Rasionalisasi Subsidi Jemaah Haji

9 hari lalu

Cegah Nilai Manfaat Tergerus Habis, Ma'ruf Amin Minta Rasionalisasi Subsidi Jemaah Haji

Ma'ruf Amin menyebut biaya haji 1444 H/2023 M perlu dilakukan penyesuaian karena subsidi ongkos haji tahun 2022 dinilai terlalu besar, yakni mencapai 59 persen.


Ma'ruf Amin Buka Suara Soal Mafia Beras Hingga Kenaikan Harga Meski Telah Impor

9 hari lalu

Ma'ruf Amin Buka Suara Soal Mafia Beras Hingga Kenaikan Harga Meski Telah Impor

Wakil Presiden Ma'ruf Amin buka suara soal sengkarut beras yang terjadi di Tanah Air. Ia pun tak menampik soal keberadaan mafia beras.


Jokowi Sedih Pendirian Rumah Ibadah Dilarang: Sesusah Itukah Orang Beribadah?

17 hari lalu

Jokowi Sedih Pendirian Rumah Ibadah Dilarang: Sesusah Itukah Orang Beribadah?

Presiden Jokowi mengingatkan kepada kepala daerah bahwa kebebasan beragama dan kebebasan beribadah semua umat dilindungi konstitusi.


Pendapat Wapres Ma'ruf Amin Soal Rencana Jalan Berbayar di Jakarta

21 hari lalu

Pendapat Wapres Ma'ruf Amin Soal Rencana Jalan Berbayar di Jakarta

Wakil Presiden Indonesia Ma'ruf Amin telah memberikan pendapatnya terkait rencana jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP) di Jakarta.