Terduga Teroris Jamaah Islamiyah Dibekuk, Begini Suasana Rumahnya

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Para Wijayanto, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri pada Jumat, 28 Juni lalu. TEMPO/Ade Ridwan

    Rumah Para Wijayanto, terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri pada Jumat, 28 Juni lalu. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Bogor – Salah satu rumah di Komplek Perumahan Pesona Telaga, Cibinong, Kabupaten Bogor menjadi perhatian. Sebab, sebuah garis polisi melingkari rumah berdominasi warna hitam tersebut. Rumah tersebut merupakan tempat tinggal pria bernama Para Wijayanto, seorang terduga teroris.

    “Dia mengontrak di sini sudah tiga tahun ke belakang,” kata Suaeb, salah seorang satuan pengamanan di perumahan tersebut saat ditemui Tempo, Ahad, 30 Juni 2019. Wijayanto disebut tinggal bersama istri dan dua orang anaknya.

    Baca: Moeldoko: 30 Orang Jaringan Teroris Ikut Aksi Sengketa Pilpres

    Suaeb mengatakan, sebelum dilingkari garis polisi, belasan kendaraan aparat kepolisian dengan petugas bersenjata lengkap memasuki komplek perumahan tersebut. “Itu hari Sabtu kemarin sekitar pukul 11.00, kurang lebih 15 kendaraan polisi ada dari Densus 88, Puslabfor, macem-macem deh,” kata dia.

    Berdasarkan informasi yang diterimanya dari pihak kepolisian, kata Suaeb, pengontrak di Jalan Telaga Indah Nomor 26 tersebut ditangkap karena terlibat jaringan teroris. “Katanya sih jaringan teroris, tapi ditangkapnya bukan di sini, di luar,” ujarnya.

    Dikonfirmasi terpisah, Kasubbag Humas Polres Bogor Ajun Komisaris Ita Puspita Lena membenarkan adanya penangkapan terduga teroris tersebut. Namun dirinya enggan memberikan komentar banyak. “Andaikan ada (penangkapan) juga bukan kewenang Polres Bogor harus ke densus langsung,” kata Ita saat dikonfirmasi Tempo.

    Wijayanto diketahui merupakan amir atau pemimpin jaringan teroris Jamaah Islamiah (JI). Ia diyakini merupakan jaringan teroris paling berbahaya di Indonesia sebelum lahirnya Jamaah Ansharu Tauhid itu. Para dibekuk pada Jumat, 28 Juni 2019 di Hotel Adaya Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi.

    Baca: Densus 88 Tangkap 4 Orang Terduga Teroris di Bekasi

    Suaeb mengatakan ia sempat melihat Wijayanto pergi sehabis salat Jumat. “Emang sehabis solat Jumat dia pergi menggunakan toyota Innova. Setelah itu udah nggak pulang, saya dapat info ditangkap di hotel di daerah Bekasi,” kata dia.

    Dari sana, Wijayanto digelandang ke rumah kontrakannya di Perumahan Pesona Telaga itu pada Sabtu, 29 Juni 2019 sekitar pukul 11.00 WIB. “Saya kurang tau barang apa aja yang dibawa polisi, karena tertutup,” kata Suaeb.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengaku belum mengetahui kejadian penangkapan terduga teroris tersebut. “Belum dapet infonya dari densus,” kata dia saat dikonfirmasi pada Sabtu malam, 29 Juni 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.