Tak Diterima di PPDB SMA 1 Tangsel, Orang Tua Ramai Protes Zonasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jasa input PPDB di dekat SMP 6 Tangerang Selatan Selasa 26 Juni 2019 menjadi penolong orang tua murid yang tidak mengerti teknologi, Tempo/Muhammad Kurnianto.

    Jasa input PPDB di dekat SMP 6 Tangerang Selatan Selasa 26 Juni 2019 menjadi penolong orang tua murid yang tidak mengerti teknologi, Tempo/Muhammad Kurnianto.

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Belasan orang tua murid protes hasil Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB online sistem zonasi sekolah di SMA Negeri 1 Tangerang Selatan.

    Baca: Pengumuman PPDB di Tangerang Belum Muncul, Ortu Siswa Kecewa

    Para orang tua murid tersebut protes karena anak mereka tidak diterima, meski jarak rumah dengan sekolah dekat.

    "Jarak rumah saya hanya 916 meter ke sekolah, tetapi anak saya tidak di terima, padahal ada juga anak yang jarak rumahnya ke sekolah lebih jauh daripada saya," kata Erdy salah satu orang tua murid, Senin 1 Juli 2019.

    Menurut Erdy, selain dia, ada juga beberapa orang tua murid yang mengalami hal serupa. Dia minta ada transparansi pengumuman PPDB tahun 2019 di SMA Negeri 1 Tangerang Selatan.

    "Kalau di SMA Negeri 4 Tangerang Selatan itu di hasil pengumumannya ada nomor pendaftaran, nama siswa, asal sekolah dan status diterima dengan penyertaan melewati zona apa," ujarnya.

    Kalau di SMA Negeri 1 ini, kata Erdy, penerimaan tidak disertai dengan penyertaan melewati zona seperti apa. Yang terpampang hanya pengumuman diterima atau tidak.

    "Ini berarti tidak transparan, kita mau transparan, anak itu diterima karena apa, jalur zonasi, jalur prestasi atau perpindahan orang tua. Karena ada beberapa anak yang jaraknya jauh itu diterima," ujarnya. 

    Baca: Ombudsman Curigai Jual-Beli Kursi di PPDB Provinsi Banten

    Erdy juga mengatakan bahwa pengumuman PPDB Online Tangerang Selatan seharusnya sudah bisa dilihat pada 29 Juni 2019. Akan tetapi dia baru bisa melihat hasilnya pada Senin dinihari tadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.