Kamera Diperbanyak, Simak Lagi Skema Tilang E-TLE

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan bermotor melintas di Sarinah Thamrin, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai 1 Juli 2019 dengan kamera baru dan fitur tambahan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Kendaraan bermotor melintas di Sarinah Thamrin, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019.Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai 1 Juli 2019 dengan kamera baru dan fitur tambahan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya kembali menjelaskan skema proses tilang yang terlacak melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement atau tilang E-TLE.

    Menurut Kepala Seksi STNK Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Arif Faziurrahman, sistem tersebut dimulai dari mendata pengemudi yang melanggar lalu lintas. "Kamera langsung menangkap dalam bentuk foto dan video secara otomatis kendaraan dengan pelanggarannya," kata dia di Gedung TMC Polda Metro Jaya, Senin, 1 Juli 2019.

    Baca: Kamera Baru Tilang E-TLE Sanggup Rekam Jenis Pelanggaran Ini

    Setelah itu, kata Arif, jenis pelanggaran tersebut akan dianalisa dan diverifikasi oleh sistem E-TLE. Data tersebut kembali dicek oleh petugas untuk diverifikasi dengan informasi pemilik kendaraan.

    Jika telah diverifikasi, kata Arif, maka diterbitkan surat konfirmasi untuk dikirimkan ke alamat pemilik kendaraan seusai keterangan dalam STNK. Proses tersebut ditargetkan rampung dalam tiga hari. "Kami harapkan dalam tiga hari sudah terkonfirmasi apakah pengedara tersebut melanggar atau tidak," ujarnya.

    Proses ini, kata Arif, juga untuk memastikan kepemilikan kendaraan tersebut masih sesuai dengan keterangan dalam STNK. Namun jika kendaraan tersebut sudah berpindah tangan, maka pihak kepolisian akan meminta data terkait pemilik kendaraan yang baru.

     Kendaraan bermotor melintas di Jalan Sudirman, Jakarta, Senin, 1 Juli 2019. Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menerapkan penilangan dengan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai 1 Juli 2019 dengan kamera baru dan fitur tambahan. TEMPO/Muhammad Hidayat

    "Sehingga apabila kendaraan itu dijual ke orang lain dan berpindah tangan, maka diklarifikasi dikonfirmasi. Kemudian bisa menggunakan surat tersebut dikirim kembali ke alamat pemilik yang baru," kata Arif.

    Arif mengatakan jika pengemudi yang melanggarnya sudah terkonfirmasi, maka polisi langsung mengirim surat tilang yang kini dilengkapi dengan scan barcode untuk mempermudah konfirmasi.

    Baca: Kamera E-TLE Ditambah, Pengendara: Polisi Jaga Jangan Dikurangi

    Pelanggar yang telah dikirimi surat kemudian diberi waktu 14 hari untuk membayar denda. "Apabila tidak dilakukan selama 14 hari, maka sebagaimana ketentuan dalam UU kita melakukan pemblokiran pajak," kata Arif.

    Mulai 1 Juli 2019, Ditlantas Polda Metro Jaya menambahkan 10 titik baru penerapan tilang E-TLE. Sejumlah fiturnya pun ditambah untuk lebih banyak mendeteksi pelanggaran lalu lintas, seperti pelanggaran ganjil genap hingga tidak menggunakan sabuk pengamanan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.