Bayi Google di Bekasi Dapat Hadiah dari Google

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bayi berusia enam bulan bernama Google asal Kota Bekasi menunjukkan hadiah yang diterimanya dari Google Indonesia, Senin 1 Juli 2019. TEMPO/ISTIMEWA.

    Bayi berusia enam bulan bernama Google asal Kota Bekasi menunjukkan hadiah yang diterimanya dari Google Indonesia, Senin 1 Juli 2019. TEMPO/ISTIMEWA.

    TEMPO.CO, Bekasi - Google Indonesia memberikan kejutan kepada bayi bernama Google di Kota Bekasi, Jawa Barat. Kedua orang tua Google kaget, mengaku tak ada pemberitahuan sebelumnya.

    Baca: Viral, Bayi di Bekasi Diberi Nama Google

    Bayi Google yang sekarang berusia enam bulan adalah anak kedua pasangan Andi Cahya Saputra, 31 tahun dan Ella Karina, 27 tahun. Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan di Gang Jereng, RT 02 RW 41 Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

    Ella mengatakan, sebuah bingkisan dan penghargaan dikirim Google Indonesia pada 28 Juni lalu melalui jasa ojek online. Adapun bingkisan yang dikirim oleh perusahaan mesin pencari di internet itu berisi pakaian bayi. "Intinya buat kenang-kenangan dan penghargaan," ujar Ella ketika dihubungi wartawan pada Senin, 1 Juli 2019.

    Bersamaan dengan bingkisan tiba, kata dia, perwakilan Google Indonesia menghubungi suaminya melalui sambungan telepon. Tak ada pembicaraan selain memberikan ucapan dan doa agar bayi Google menjadi orang berguna ketika besar nanti.

    "Kami berterima kasih kepada Google yang sudah memberikan penghargaan, kami sangat senang dan terkesan karena diperhatikan," ucap Ella.

    Baca: Bayi Google di Bekasi Bikin Penasaran Netizen

    Bayi bernama Google viral di media sosial beberapa waktu lalu. Sebab, dokumen berupa akta kelahiran Google tersebar di dunia maya. Ella mengatakan menggunggah akta anaknya untuk membuktikan rasa penasaran netizen bahwa nama anaknya sejak lahir pada November lalu diberi nama Google.

    Nama Google merupakan pemberian Andi. Nama itu sempat diprotes oleh keluarga, karena dianggap tidak lazim untuk nama sebuah nama. Namun, Argumen Andi yaitu kelak ketika besar menjadi anak yang bermanfaat bagi orang banyak layaknya mesin pencari di dunia maya itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.