Jaksa Belum Siap, Sidang Tuntutan Joko Driyono Ditunda Lagi

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono memilih bungkam saat ditanya oleh awak media setelah menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor di PN Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Mantan Plt Ketua Umum PSSI Joko Driyono memilih bungkam saat ditanya oleh awak media setelah menjalani sidang perdana kasus dugaan penghilangan barang bukti pengaturan skor di PN Jakarta Selatan, Senin, 6 Mei 2019. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Sidang tuntutan terhadap mantan Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang diagendakan hari ini, Selasa 2 Juli 2019, kembali ditunda. Joko Driyono akan dituntut sebagai terdakwa dalam perkara perusakan barang bukti pengaturan skor pertandingan sepak bola. 

    Baca: Joko Driyono Beberkan Alasan Suruh Sopir Masuk Ruangan Bersegel

    "Persidangan hari ini tidak bisa dilanjutkan oleh karena tuntutan pidana dari JPU (Jaksa Penuntut Umum) belum siap dan memohon ditunda," ujar Ketua Majelis Hakim Kartim Haeruddin di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.  

    Kartim mengatakan persidangan pembacaan tuntutan diagendakan kembali untuk dilakukan Kamis, 4 Juli. "Sidangnya Kamis," ujarnya sebelum mengetukkan palunya. 

    Jaksa penutut umum Feri P. Ekawirya membenarkan masih menyiapkan draf tuntutan tersebut. "Belum siap, kami mohon persidangan ditunda," ujarnya. 

    Baca: Saksi Sebut Simpan Bukti Kasus Joko Driyono di Rumah OB 

    Joko Driyono dan penasehat hukumnya menyatakan tidak keberatan dengan penundaan sidang kedua kalinya tersebut. "Tidak keberatan yang mulia," ujar Joko. 

    Sebelumnya, agenda pembacaan tuntutan itu memang sudah pernah ditunda. Jadwal pertama adalah pada Kamis 27 Juni lalu, namun persidangan tersebut ditunda dengan alasan yang sama yaitu draf tuntutan belum final 

    Dalam perkara ini Joko Driyono didakwa telah melakukan kejahatan dengan maksud menutupi atau menghalangi, atau mempersulit penyidikan. Dia juga didakwa menghancurkan, menghilangkan, menyembunyikan barang-barang atau berkas kejahatannya.

    Baca: Sidang Periksa Joko Driyono, Indra Sjafri Hadir Beri Dukungan

    Joko Driyono mengambil kepingan Digital Video Recorder (DVR) atau perangkat penyimpan rekaman video CCTV dan satu unit Laptop dari dalam ruangannya yang telah disegel polisi. Ketika itu dia menjabat Plt Ketua Umum PSSI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.