Pilu PPDB di Bekasi: Petugas Tutup dan Ganjal Pintu Ruangan

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Bekasi - Petugas verifikasi pendaftaran PPDB di Dinas Pendidikan Kota Bekasi menutup ruangan pada Rabu, 3 Juli 2019 pukul 13.00 WIB. Hal ini membuat sejumlah orang tua siswa yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri panik karena pendaftaran ditutup seluruhnya pukul 15.00.

    Baca: PPDB Bekasi, Siswa ke Sekolah Swasta Diimingi Subsidi Rp 15 Ribu

    "Pintunya tutup saja, nanti banyak yang masuk," pekik seorang petugas operator dari dalam ruangan di aula lantai 3 kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Jalan Lapangan Tengah, Bekasi Timur.

    Tempo mencoba masuk ke ruang aula tersebut, rupanya diganjal menggunakan meja. Begitu juga lewat samping, pintu diganjal menggunakan tempat sampah bulat.

    Seorang staf di sana menyebut jika verifikasi telah ditutup pukul 13.00 WIB. "Awalnya ditutup jam 12.00, tapi diperpanjang," ujar staf perempuan yang sedang menutup pintu samping.

    Baca: Verifikasi Zonasi Jarak di PPDB Bekasi Kacau, Orang Tua Murid Disalahkan

    Beberapa orang tua siswa tampak kebingungan begitu sampai di depan ruang aula. Mereka menghadapi pintu-pintu yang tertutup rapat. Mereka berupaya mengetuk-ngetuk pintu tapi tak ada yang direspons.

    Salah satu orang tua siswa yang ditemui Tempo mengatakan ingin melakukan verifikasi zonasi radius. "Tadi diarahin ke atas di aula, sampai sini sudah ditutup," ujar Sukma.

    Kepala Seksi SMPN di Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Mawardi, mengatakan pengaduan ditutup pukul 13.00 karena telah mendekati penutupan pendaftaran PPDB pukul 15.00. "Nanti kan ada kesempatan di tahap kedua, kami juga akan membuka pengaduan," ujar dia.

    Baca: Zonasi Jarak di PPDB Bekasi, 7 Pendaftar Memiliki Radius 0 Meter

    Mawardi mengatakan, rata-rata pengaduan PPDB berupa kesalahan titik koordinat radius rumah dengan sekolah. Ia menyebut, selama dua hari ada sebanyak 60 pendaftar melakukan perbaikan titik koordinat. "Ini telah kami selesaikan, bahkan kami lembur sampai jam 20.00," kata Mawardi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.