Anies Mulai Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Rp 1,8 Triliun

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam groundbreaking revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam groundbreaking revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Rabu, 3 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meletakkan batu pertama atau groundbreaking revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Anies menyebut rencana revitalisasi sudah disiapkannya sejak November 2018.

    Baca: Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Akan Hilangkan Bioskop XXI

    "Revitalisasi TIM dengan penataan ulang yang dilakukan PT Jakpro (Jakarta Propertindo) secara resmi dinyatakan dimulai," kata Anies di TIM, Rabu sore 3 Juli 2019.

    Anies berharap kawasan TIM nantinya dapat menjadi tempat untuk budayawan dan seniman nasional hingga internasional berkarya. Ekosistem kebudayaan yang sehat juga diharapkan muncul sehingga menumbuhkan seniman-seniman dan budayawan baru.

    Di tempat itu, lanjut dia, seniman dan budayawan dapat saling bertukar ide serta pengalaman untuk memunculkan karya baru. "Jadi yang ingin ditumbuhkan di TIM bukan sekadar bangunannya tapi justru ekosistem yang sehat," ujar Anies.

    Anies berujar, revitalisasi TIM ditargetkan rampung 2021. Nantinya, PT Jakpro yang akan mengelola TIM.

    Baca: Dana Hibah Buat TIM, Djarot: Mau Masuk Penjara?

    Penugasan PT Jakpro tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 63 Tahun 2019 tentang Penugasan kepada Perseroan Terbatas Jakarta Propertindo (Perseroan Daerah) untuk Revitalisasi Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki. Total anggaran revitalisasi sebesar Rp 1,8 triliun yang diambil dari penyertaan modal daerah (PMD) Jakpro.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.