Sebelum Berpulang, Sutopo Antarkan BNPB Raih Penghargaan PBB

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengunggah video warga yang melaporkan kondisi pantai yang tenang di Luwuk, Banggai, Jumat, 12 April 2019. Unggahan ini untuk membantah hoax mengenai tsunami setelah gempa Banggai. Twitter/SutopoPN

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengunggah video warga yang melaporkan kondisi pantai yang tenang di Luwuk, Banggai, Jumat, 12 April 2019. Unggahan ini untuk membantah hoax mengenai tsunami setelah gempa Banggai. Twitter/SutopoPN

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo menganggap bahwa Sutopo Purwo Nugroho adalah orang yang telah membesarkan lembaga yang dipimpinnya.

    "Beliau telah membesarkan nama BNPB, sejak BNPB dilahirkan pada tahun 2008 yang lalu," ujar Doni di Kediaman Sutopo, Perumahan Raffles Hills, Kota Depok, Ahad, 7 Juli 2019.

    Menurut dia, selama berkiprah di BNPB, Sutopo yang menjabat  sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat telah menorehkan banyak prestasi. Prestasi yang didapatkan oleh BNPB, kata dia sebagaian merupakan buah karya dari Sutopo. 

    Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia pada Ahad, 7 Juli 2019, sekitar pukul 01.00 WIB.
     
    "Termasuk yang terakhir adalah pemberian penghargaan dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa),  dari UN (United Nation) di Baku, Azerbaijan," ungkap Doni.
     
    Penghargaan yang diraih dari PBB itu, kata Doni dalam bidang inovasi kebencanaan. Menurut dia, karya Sutopo yakni petabencana.id meraih peringkat tertinggi.

    Karangan bunga di depan rumah duka Sutopo Purwo Nugroho di perumahan Raffles Hills, Depok, Ahad, 7 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim


    "Di samping itu juga, Pak Topo juga sering mendapatkan penghargaan dari banyak lembaga baik lembaga pemerintah maupun dari kalangan media atas kinerjanya yang luar biasa," demikian Doni.

    Sutopo diketahui tengah berada di Guangzhou, Cina, untuk mengobati penyakit kanker paru-parunya yang semakin parah, sejak 15 Juni 2019 . Sutopo Purwo Nugroho dikabarkan meninggal Ahad dini hari ini sekitar pukul 02.20 waktu Guangzhou atau 01.20 WIB.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.