Perjalanan KRL Sempat Tertunda di Stasiun Citayam, Penjelasan KCI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon penumpang antre membeli tiket KRL di Stasiun Citayam, Depok, Jabar (1/7). Penumpang menumpuk di loket pada hari pertama penerapan sistem tiket elektronik dan tarif progresif. ANTARA/Andika Wahyu

    Calon penumpang antre membeli tiket KRL di Stasiun Citayam, Depok, Jabar (1/7). Penumpang menumpuk di loket pada hari pertama penerapan sistem tiket elektronik dan tarif progresif. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Depok – Juru Bicara PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Anne Purba mengatakan perjalanan KRL sempat terganggu persinyalan di Stasiun Citayam, Senin pagi. Akibat gangguan sinyal sejak pukul 09.28 hingga 10.48, terjadi penumpukan penumpang di stasiun itu. 

    Baca: KCI Tambah 14 Perjalanan KRL Lintas Jakarta Kota - Tanjung Priok

    “PT KCI memohon maaf atas adanya gangguan perjalanan KRL karena sempat terkendala gangguan persinyalan di Stasiun Citayam,” kata Anne dalam siaran pers yang diterima Tempo, Senin 8 Juli 2019.

    Anne mengatakan, hingga saat ini perjalanan KRL yang melewati Stasiun Citayam masih dalam proses mengurai antrean.

    “PT KCI menghimbau kepada seluruh pengguna jasa untuk tetap utamakan keamanan dan keselamatan dengan memperhatikan arahan petugas di lapangan serta tidak berdesakan dan memaksakan diri naik ke KRL apabila sudah penuh,” kata Anne.

    Pantauan Tempo di Stasiun Citayam, antrean penumpang sudah mulai mencair setelah sebelumnya sempat mengalami penumpukan. 

    Baca: Jak Lingko akan Terintegrasi dengan Stasiun MRT dan KRL

    Senior Manager Humar PT KAI Daops 1, Eva Chairunisa mengatakan, penyebab gangguan persinyalan KRL tersebut masih dalam investigasi. “Kalau penyebab belum bisa langsung diketahui, karena tim dari persinyalan harus melakukan proses investigasi lebih lanjut,” kata Eva.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.