Anies Matangkan Rencana Hujan Buatan, Greenpeace: Salah Fokus

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan festival budaya Jakarnaval 2019 yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di depan Balai Kota, Jakarta, Ahad, 30 Juni 2019.  ANTARA/Galih Pradipta

    Warga menyaksikan festival budaya Jakarnaval 2019 yang dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di depan Balai Kota, Jakarta, Ahad, 30 Juni 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Greenpeace Indonesia mengomentari rencana membuat hujan buatan untuk mengatasi polusi udara Jakarta. Rencana yang tengah dibahas Gubernur Anies Baswedan tersebut dinilai salah fokus.

    Baca: Rencana Hujan Buatan di DKI Jakarta, Anies Baswedan: BPPT Offside

    Juru kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Bondan Ariyanu, menilai sia-sia saja hujan buatan. Dia menyarankan Pemerintah DKI fokus mengendalikan sumber polusi udara Ibu Kota.

    Dia menuturkan, pembersihan udara Jakarta dengan cara melarutkan polutan melalui hujan buatan hanya bersifat sementara. Sebab, senyawa polutan baru bakal naik lagi ke atmosfer ketika hujan berhenti.

    "Kan tidak bisa bikin hujan seharian," kata Bondan saat dihubungi, Senin 8 Juli 2019. Dia menambahkan, "Katakanlah tiga jam, habis tiga jam apa sumber-sumber polutan tadi berhenti? Enggak kan, masih ada lagi." 

    Pekatnya polusi kendaraan bermotor hingga menyelimuti sejumlah Gedung-gedung perkantoran dan rumah penduduk yang menyebabkan pencemaran udara di Jakarta, Kamis, 19 Juli 2012. Tingginya tingkat pencemaran udara yang disebabkan meningkatnya jumlah populasi kendaraan bermotor yang menjadikan ancaman bagi warga Jakarta rentan terkena berbagai penyakit, seperti paru-paru, kanker, dan penyakit Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). TEMPO/Imam Sukamto

    Karena itu, Bondan menekankan, Pemda DKI sebaiknya fokus mengendalikan sumber polusi udara. Hujan buatan dinilai tak menyelesaikan masalah apabila sumber polusi itu sendiri tidak dikendalikan.

    Baca: Hujan Buatan Anies Baswedan, Greenpeace Beri Kritik Tajam 

    Bondan mengilustrasikannya dengan empat titik kebakaran di dalam rumah. Pemadaman api fokus di satu titik, sementara tiga titik lainnya terabaikan. "Api di tiga titik itu berpotensi membesar," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.