Amnesty Internasional Tagih Kasus Novel Baswedan ke Kapolda Metro

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    Penyidik senior KPK Novel Baswedan, memberikan keterangan kepada awak media, di gedung KPK, Jakarta, 20 Juni 2019. Novel Baswedan, diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya dan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) sebagai saksi terkait kasus penyiraman air keras terhadap dirinya. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Selain membahas dugaan pelanggaran HAM saat kerusuhan 22 Mei, Amnesty Internasional Indonesia juga akan bicara soal perkembangan kasus penyiraman air panas penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan.

    "Agendanya tentu saja yang paling utama tentang kerusuhan 22 Mei. Tapi di luar itu bisa saja misal masalah Novel," ujar Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid di Polda Metro Jaya Jakarta Selatan, 9 Juli 2019.

    Baca juga : Pengacara Novel Baswedan: Sebelum Serangan, Kapolda Peringatkan

    Usman mengatakan pembahasan tersebut juga berkaitan dengan masa tugas Tim Gabungan Pencari Fakta Mabes Polri yang telah selesai pada 7 Juli lalu.

    ADVERTISEMENT

    Usman berharap dalam pertemuan yang akan dihadiri oleh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono nantinya bisa memberikan laporan soal perkembangan kasus Novel.

    "Harapannya semoga ada titik terang, kemajuan yang signifikan dari hasil tim di bawah Kapolri," ujarnya.

    Tim Gabungan Pencari Fakta Novel Baswedan mengaku kesulitan mengusut kasus penyerangan dengan air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi itu.

    "Tidak mudah menyelidiki hal ini. Kalau orang bilang mudah, tolong kasih petunjuk ke kami," kata Anggota TGPF dari Setara Institute, Hendardi, kepada Tempo, Senin, 8 Juli 2019.

    Baca juga : Penyidikan Novel Baswedan, Polda Metro Peringatkan Kuasa Hukum

    Kini penyelidikan kasus Novel Baswedan oleh TGPF telah selesai. Namun mereka belum membukanya kepada publik. Rencananya, pekan ini mereka akan terlebih dulu presentasi laporan ke Kapolri Jenderal Tito Karnavian. "Laporan ini mesti kami sampaikan ke kapolri dulu sebagai pemberi mandat. Nanti Kapolri akan menindaklanjuti rekomendasi atau mengumumkannya, itu wewenannganya."ujar Hendardi

    TAUFIQ SIDDIQ | AVIT HIDAYAT


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Terlalu Cepat Makan, Bisa Berbahaya

    PPKM level4 mulai diberlakukan. Pemerintah memberikan kelonggaran untuk Makan di tempat selama 20 menit.