Gerindra Tolak Syarat Kuorum 50+1 Pemilihan Wagub DKI

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana rapat panitia khusus  Wagub DKI Jakarta di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Suasana rapat panitia khusus Wagub DKI Jakarta di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, Senin, 20 Mei 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua I Fraksi Partai Gerindra Iman Satria menolak usulan syarat kuorum Rapat Pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta atau Pemilihan Wagub DKI 50+1 dari 106 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI. Iman menyampaikan keberatannya dalam rapat Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wagub DKI hari ini, Selasa, 9 Juli 2019.

    "Saya keberatan," kata Iman di Ruang Rapat Badan Musyawarah DPRD DKI, Jakarta Pusat.

    BacaJika Dua Kader PKS Tak Lolos Wagub DKI, Ini Skema Pansus

    Iman mengatakan dia khawatir dengan syarat kuorum 50+1 anggota Dewan yang mengikuti Pemilihan Wagub DKI tak mencapai kuorum. Kuorum 50+1 berarti rapat baru bisa dimulai apabila anggota Dewan yang hadir 54 orang. Dia tak mau 54 anggota Dewan itu hanya menandatangani daftar presensi tapi tak seluruhnya ikut pemilihan. "Supaya legitimasi dari Wagub DKI betul-betul berarti gitu. Kalau yang dukung delapan dari 106 orang kayaknya bisa dilecehin terus."

    Hari ini anggota Pansus menggelar rapat finalisasi untuk membahas draf tatib Pemilihan Wagub DKI yang kosong karena Sandiaga Uno menjadi Calon Wakil Presiden dalam Pilpres 2019. Pansus membahas rapat paripurna pemilihan harus memenuhi kuorum 50+1, sedangkan wagub terpilih ditentukan dari suara terbanyak dalam rapat itu.

    Baca jugaKader PKS Ungkap Tarik Ulur Penetapan Calon Wagub DKI 

    Bakal digelar Rapat Pimpinan DPRD Gabungan untuk memutuskan tatib Pemilihan Wagub DKI. Setelah tatib disetujui, Badan Musyawarah (Bamus) DPRD akan menetapkan waktu Rapat Paripurna DPRD untuk mengesahkan tatib tersebut.

    LANI DIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.