Dicurhati Pedagang Kerak Telor, Ahok Sarankan Kirim Surat ke DKI

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok mendapat curhatan dari pedagang kerak telor di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Pedagang tersebut mengaku tak mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena tak tersedianya tempat berdagang di sekitar Lapangan Banteng.

    Mendengar cerita pedagang tersebut, Ahok menyarankan untuk mengirimkan surat kepada pemerintah setempat. "Bikin ini aja, ramai-ramai bikin surat buat sediakan tempat. Saya di luar negeri pun tempat wisata pasti ada titik buat orang dagang. Harus ada ada tempatnya, tapi memang enggak boleh banyak, yang sudah ditentukan aja," ujar Ahok dalam video yang diunggah di YouTube miliknya, Panggil Saya BTP, pada Rabu, 10 Juli 2019.

    Baca: Kagum dengan Lapangan Banteng Kini, Ahok: Dulu Kan Seram

    Pedagang itu bercerita kepada Ahok bahwa dagangannya sudah berkali-kali diangkut oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Padahal, menurut dia, pada saat Ahok menjabat, ia diperbolehkan berdagang di Balai Kota bahkan sampai dikirim ke Casablanca, Maroko, untuk memperkenalkan kuliner Jakarta.

    Dalam kesempatan itu, Ahok juga menanyakan ihwal fasilitas toilet di Lapangan Banteng kepada pedagang tersebut. Dari pengakuan pedagang itu, toilet di sana tak berfungsi. "Toilet juga enggak pernah fungsi ya? Enggak bisa berfungsi?" ujar Ahok sambil terlihat kaget.

    Dari video yang diunggahnya, Ahok tampak melihat-lihat kondisi Lapangan Banteng yang sudah direvitalisasi. Proyek revitalisasi tersebut telah dicanangkan sejak 2016 saat Ahok masih menjabat, namun pengerjaannya baru dimulai pada November 2017 dan diresmikan serta dibuka kembali pada Juli 2018 oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

    Baca: Alasan Ahok Tonjolkan Pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng

    Dinas Kehutanan mengatakan proyek itu memakan biaya Rp 60 miliar, yang sepenuhnya ditanggung pihak swasta melalui skema kompensasi pelampauan koefisien lantai bangunan dan dana corporate social responsibility (CSR).

    Usai mendengar cerita pedagang kerak telor itu, Ahok melanjutkan kunjungannya ke Lapangan Banteng. Ia terlihat mengunjungi taman bermain anak serta menyapa warga sekitar. Kunjungan ke Lapangan Banteng itu Ahok lakukan pada 6 Juli 2019 setelah sebelumnya ia menjajal kereta Mass Rapid Transportation atau MRT Jakarta. Kunjungan Ahok ke Lapangan Banteng ini merupakan yang pertama kalinya setelah ia bebas dari rumah tahanan Markas Komando Brigade Mobile (Mako Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada 24 Januari 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.