Pedagang Kerak Telor Mengadu Ke Ahok, Sekda DKI: Nanti Dipikirin

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bersalaman dengan warga saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bersalaman dengan warga saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp

    TEMPO.CO, Jakarta - Keluhan pedagang di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, kepada mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama atau Ahok akhirnya sampai ke Balai Kota. Pedagang yang merasa tak mendapat perhatian dari pemerintah itu mengadu saat Ahok tengah berkeliling di lapangan hasil revitalisasinya.

    Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, yang sedang menjadi Pelaksana Harian (Plh) Gubernur, Saefullah menanggapi keluhan tersebut. "Kenapa itu? Enggak ada tempat dagangannya? Nanti itu dipikirin," ujarnya singkat di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juli 2019.

    Baca: Dicurhati Pedagang Kerak Telor, Ahok Sarankan Kirim Surat ke DKI

    Saat melakukan video blogging di Lapangan Banteng, Ahok dihampiri seorang pedagang kerak telor. Pedagang itu bercerita tak mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena tak tersedianya tempat berdagang di sekitar Lapangan Banteng, bahkan ia sempat digusur Satpol PP beberapa kali.

    Mendengar cerita pedagang tersebut, Ahok menyarankan untuk mengirimkan surat kepada pemerintah DKI. "Bikin ini aja, ramai-ramai bikin surat buat sediakan tempat. Saya di luar negeri pun tempat wisata pasti ada titik buat orang dagang. Harus ada ada tempatnya, tapi memang ga boleh banyak, yang sudah ditentukan aja," ujar Ahok.

    Pedagang itu bercerita pada saat Ahok menjabat, ia diperbolehkan berdagang di Balai Kota bahkan sampai dikirim ke Casablanca, Maroko, untuk memperkenalkan kuliner Jakarta. "Tapi kalau sekarang saya ga diperhatiin, pak," ujar pedagang itu kepada Ahok.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.