Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih Tak Akan Direlokasi ke JIC

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pencari suaka tidur di trotoar depan Menara Ravindo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    Pencari suaka tidur di trotoar depan Menara Ravindo, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Rabu, 3 Juli 2019. ANTARA/Galih Pradipta

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah memastikan para pencari suaka yang saat ini berkumpul di trotoar Kebon Sirih, Jakarta Pusat, tak akan direlokasi ke Jakarta Islamic Center (JIC), Jakarta Utara. Selain itu, Saefullah menjelaskan rencana relokasi masih menunggu keputusan dari Kementerian Luar Negeri.

    "Sepertinya tidak direlokasi di sana (JIC), ya. Nanti keputusannya siang ini, jam 1 atau jam 2," ujar Saefullah di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis, 11 Juli 2019.

    Baca: DKI Tunggu Kepastian Kemenlu untuk Relokasi Pencari Suaka

    Saefullah, yang tengah menjadi Pelaksana Harian Gubernur, menjelaskan Pemprov DKI tak memiliki wewenang dalam penanganan para pencari suaka itu. Namun DKI tetap akan memberikan bantuan kepada pengungsi atas dasar kemanusiaan dan ketertiban fasilitas umum.

    Meski begitu, Saefullah mengatakan relokasi pencari suaka tidak bisa dilakukan sebelum Kemenlu dan Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi atau United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) memutuskan nasib mereka. "Kami sedang berkoordinasi dengan UNHCR dan Kemenlu, nanti arahnya seperti apa kami tunggu keputusannya siang ini," kata dia.

    Sejak pekan lalu, para pengungsi dari Timur Tengah memadati trotoar Jalan Kebon Sirih. Mereka bermalam di trotoar dengan menggunakan tenda dan alas terpal.

    Baca: Alasan DKI Beri Bantuan bagi Pencari Suaka di Trotoar Kebon Sirih

    Jumlah mereka terus bertambah setelah Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi melakukan sidak ke sana. Prasetio meminta kepada Pemprov DKI untuk merelokasi para pencari suaka itu ke panti-panti milik DKI.

    Sementara itu, para pencari suaka mengaku sudah hampir empat bulan menunggu kepastian tempat tinggal dan negara yang akan didatangi. Omid, 15 tahun, salah seorang pengungsi, mengatakan sangat ingin pemerintah Indonesia segera memberikan kepastian, setidaknya untuk tempat tinggal. "Kami orang miskin, negara kami sedang perang, tidak ada lagi tempat tinggal," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.