Polisi Sebut Rey Utami dan Pablo Benua Hilangkan Barang Bukti

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rey Utami dan suaminya, Pablo Putera Benua. instagram.com

    Rey Utami dan suaminya, Pablo Putera Benua. instagram.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya menyebut Rey Utami dan Pablo Benua menghilangkan barang bukti kasus dugaan pencemaran nama baik Fairuz A. Rafiq.

    Baca: Galih Ginanjar, Rey Utami, Pablo Benua Tersangka Pasal UU ITE

    Hal itu terungkap saat penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus menggeledah rumah mereka di Bogor, Kamis pagi, 11 Juli 2019, sekitar pukul 10.00 WIB. “Saat digeledah, hampir semuanya kosong. Perangkat yang digunakan untuk membuat video itu, kemudian ada beberapa kamera juga sudah tidak ada,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kantornya, Kamis 11 Juli 2019.

    Sebelumnya, Rey Utami melaporkan kehilangan barang berupa kamera ke Polda Metro Jaya dengan terlapor manajernya sendiri, Efendi Suwandi. Ketika ditanya alamat dan kontak Efendi, baik Rey maupun Pablo tak dapat memberikannya. “Kami tetap melakukan penyelidikan apakah ini laporan kehilangan betul atau bukan. Kami akan cek,” ucap Argo.

    Laporan pencemaran nama baik Fairuz A. Rafiq di media sosial dipicu oleh konten video Galih Ginanjar tentang mantan istrinya itu saat diwawancarai pasangan vlogger Rey Utami dan Pablo Putra Benua.

    Laporan Fairuz tersebut tertuang dalam laporan bernomor LP/3914/VII/2019/PMJ/Dit.Reskrimus. Terlapor adalah Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Putra Benua dengan tuduhan melanggar Pasal 27 Ayat (1) juncto Pasal 45 Ayat (1) atau Pasal 27 Ayat (3) juncto Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE.)

    Baik Galih, Rey, maupun Pablo telah ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, kata Argo, ketiganya tengah berada di Ditreskrimsus Polda Metro Jaya dalam proses penangkapan selama 1x24 jam. Setelah itu, penyidik akan menentukan apakah ketiganya akan ditahan atau tidak.

    Galih Ginanjar telah diperiksa sebagai saksi terlapor pada Jumat, 5 Juli 2019. Selama 13 jam pemeriksaan, penyidik mencecar Galih dengan 46 pertanyaan, sementara Rey dan Pablo diperiksa sejak Rabu-Kamis dini hari, 10-11 Juli 2019.

    Argo menjelaskan, polisi saat ini masih mendalami kasus yang menjerat Galih, Rey, dan Pablo. Selain pencemaran nama baik, polisi, kata Argo, juga menemukan adanya dugaan pelanggaran asusila yang lain dalam video yang diperkarakan. 

    Baca: Rey Utami, Pablo Benua Diperiksa Tersangka Pencemaran Nama, Galih Ginanjar?

    Polisi berencana menjerat ketiga tersangka itu dengan Pasal 27 ayat (1), 27 ayat (3) juncto Pasal 45 ayat (1), Pasal 310 dan Pasal 311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP). Menurut Argo, Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Putra Benua terancam hukuman penjara di atas 6 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.