Sidang Vonis Ratna Sarumpaet: Dua Kali Azan, Tiga Kali Berhenti

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Pengacara terdakwa kasus kabar bohong Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, mempersoalkan saksi dari penyidik Polda Metro Jaya serta ahli sosiologi hukum yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks Ratna Sarumpaet saat menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 25 Juni 2019. Pengacara terdakwa kasus kabar bohong Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin, mempersoalkan saksi dari penyidik Polda Metro Jaya serta ahli sosiologi hukum yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menskors sidang pembacaan vonis Ratna Sarumpaet hingga tiga kali, Kamis 11 Juli 2019. Hingga artikel dibuat, sidang masih berjalan sejak dimulai sekitar Jam sepuluh.

    Baca: Zikir Sertai Sidang Vonis Ratna Sarumpaet, Berdoa Biar Bebas

    Skors yang pertama diputuskan majelis hakim ketika azan zuhur berkumandang. Saat itu majelis hakim yang sedang membacakan berkas putusan berhenti beberapa menit. 

    Tidak lama berselang, majelis hakim kembali menskors persidangan untuk makan dan salat selama satu jam. "Sidang diskors satu jam,'' ujar ketua majelis hakim Joni.  

    Sidang kembali dimulai sekitar pukul 13.40 WIB dan majelis hakim kembali melanjutkan membacakan vonis Ratna Sarumpaet. Sekitar pukul 15.10 WIB, sidang dihentikan kembali karena azan ashar. "Sidang diskors,'' ujar Joni lagi.

    Hingga berita ini ditulis, majelis hakim masih membacakan isi keterangan saksi selama persidangan. Adapun tuntutan dari jaksa adalah agar Ratna Sarumpaet dipenjara selama enam tahun. 

    Baca: Menunggu Putusan, Ratna Sarumpaet: Mudah-mudahan Hakim Adil

    Jaksa meyakini Ratna Sarumpaet telah terbukti secara sah dan meyakinkan telah melanggar pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang mengedarkan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.