Korban Kebakaran Cipinang Pindah Lokasi Pengungsian Hari Ini

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Korban kebakaran di Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, mengungsi di tenda yang didirikan pemerintah di SDN Cipinang Besar Selatan, 8 Juli 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    Korban kebakaran di Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, mengungsi di tenda yang didirikan pemerintah di SDN Cipinang Besar Selatan, 8 Juli 2019. TEMPO/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Korban kebakaran Cipinang Besar Selatan bakal pindah tempat pengungsian mulai Jumat, 12 Juli 2019. Sejak rumah ratusan warga hangus oleh si jago merah, mereka mengungsi di tenda yang didirikan di SDN Cipinang Besar Selatan 03/04, Jatinegara, Jakarta Timur.

    Sekretaris RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Syafrudin, mengatakan lokasi pengungsian yang telah disiapkan adalah Masjid Al Falah di dekat lokasi kebakaran. Sebab, sekolah yang dijadikan lokasi pengungsian mulai aktif proses belajarnya pada Senin pekan depan.

    Baca: Korban Kebakaran Manggarai Dibanjiri Bantuan, tapi...

    "Di sekitar masjid sudah dipasang tenda untuk lokasi pengungsian sementara," kata Syafrudin saat ditemui di pengungsian, Kamis, 11 Juli 2019.

    Selain itu, beberapa warga mulai mendirikan tenda dan bangunan semi permanen di lokasi kebakaran Rabu, 10 Juli lalu. Warga yang mendirikan tenda dan bedeng sementara itu adalah mereka yang tidak mau dipindahkan ke Rumah Susun Jatinegara Kaum.

    Kebakaran di Cipinang menghanguskan 26 bangunan yang dihuni 48 kepala keluarga. Dari total seluruh KK yang menjadi korban, kata dia, 44 KK di antaranya telah mengajukan tinggal di rusun.

    Baca: Cerita Korban Kebakaran Cipinang Mengungsi Bersama Bayi

    "Tapi hanya 42 unit yang tersedia. Dua orang dan akan ditempatkan di keluarga mereka yang juga dapat hunian di Rusun Jatinegara Kaum," kata Syafrudin. "Empat orang lainnya memilih mengontrak dan ada yang mau membangun kembali rumahnya."

    Setelah pindah lokasi pengungsian, kata Syafrudin, Kementerian Sosial meminta warga membuka dapur mandiri. Sebab, Kemensos tidak lagi mengirim nasi kotak untuk dibagikan ke warga. "Tapi untuk makanan siap sajinya semua yang tanggung masih pemerintah. Warga hanya nanti masak sendiri di dapur mandiri," ujarnya.

    Menurut Syafrudin, sejauh ini seluruh kebutuhan warga telah terpenuhi. Bahkan, untuk bahan makanan yang didapatkan dari bantuan pemerintah maupun warga diperkirakan masih cukup untuk dua bulan ke depan. "Makanan dan pakaian berlimpah," kata dia.

    Adapun kebutuhan yang masih ditunggu kepastiannya adalah rumah tinggal. Sebab, kata Syafrudin, sampai hari ini warga korban kebakaran yang bakal dipindahkan ke rusun belum tahu waktu penempatannya. "Warga mempertanyakan kapan pindahnya. Sebab, mereka tidak mau lama-lama di tenda pengungsian," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.