Proyek Simpang Susun Sentul Selatan, Simak Rekayasa Lalu Lintas

Reporter:
Editor:

Ali Anwar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Situasi arus lalu lintas di lokasi proyek pembangunan Simpang Susun Sentul Selatan, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat 12 Juli 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    Situasi arus lalu lintas di lokasi proyek pembangunan Simpang Susun Sentul Selatan, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat 12 Juli 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.COBogor – Juru Bicara PT. Sentul City. Tbk, Alfian Munjani, mengatakan selama pembangunan proyek Simpang Susun Sentul Selatan, ada rekayasa lalu lintas yang diberlakukan di depan gerbang tol Sentul Selatan 1.

    Baca juga: Pembangunan Simpang Susun Sentul Selatan Sebabkan Kemacetan

    “Bagi kendaraan yang melintas dari arah Yasmin hanya kendaraan kecil yang bisa langsung berbelok ke arah gerbang tol, sementara truk dan bus harus memutar,” kata Alfian kepada Tempo, Jumat, 12 Juli 2019.

    Alfian mengatakan, truk dan bus yang hendak masuk ke gerbang tol Sentul Selatan 1 harus memutar di bundaran Love yang berjarak 500 meter dari gerbang tol. “Untuk truk dan bus mutarnya diperpanjang, ke bundaran Love,” kata Alfian.

    Menurut Alfian, meski telah diberlakukan rekayasa lalu lintas, kepadatan kendaraan tetap terjadi di lokasi saat jam sibuk, seperti jam pulang kerja dan hari libur.

    “Paling parah hari libur Sabtu-Minggu bisa mencapai 4 kilometer macetnya dari gerbang tol. Kalau hari kerja hanya padat saja saat sore hari,” kata Alfian.

    Jika kepadatan kendaraan sudah sangat luar biasa, ujar Alfian, pihaknya menganjurkan para pengendara untuk mengambil jalur alternatif. “Kalau dari arah Jungle Land diarahkan ke laster Argania, keluar di depan masjid Andalusia, Bundaran Love kemudian belok kiri,” kata Alfian.

    “Sementara yang dari Sentul International Convention Center (SICC) hendak ke Kota Bogor diarahkan masuk melalui gerbang tol Baranangsiang,” Alfian menambahkan.

    Lebih jauh, Alfian mengatakan, kemacetan tersebut disebabkan adanya penyempitan lajur. “Selama pembangunan konstruksi jalan layang, terjadi penyempitan lajur dari tiga lajur menjadi satu lajur,” kata Alfian.

    Alfian mengatakan, proyek milik PT Jasa Marga yang dikerjakan oleh PP tersebut sudah berjalan kurang lebih dua bulan kebelakang. “Janjinya sih secepatnya, delapan bulanan,” kata Alfian.

    Baca juga: Pemilik Kendaraan Keluhkan Keamanan Park and Ride MRT Lebak Bulus

    Juru Bicara PT. Jasa Marga (Persero), Irra Susiyanti mengatakan, terkait kemacetan yang terjadi imbas dari pembangunan Simpang Susun Sentul Selatan tersebut pihaknya telah memberlakukan rekayasa lalu lintas. “Sudah berkoordinasi dengan pihak terkait,” ujar Irra.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.