Sebelum Kolombia, Ini Daftar Lengkap Negara Kunjungan Kerja Anies

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anies Baswedan berjoged bersama ditengah ikuti acara World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) di Kolombia. foto/Story Instagram/Aniesbaswedan

    Anies Baswedan berjoged bersama ditengah ikuti acara World Cities Summit Mayors Forum (WCSMF) di Kolombia. foto/Story Instagram/Aniesbaswedan

    TEMPO.CO, Jakarta -Hingga di tahun kedua kepemimpinannya saat ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke tujuh negara.

    Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH-KLN) Muhammad Mawardi mengutarakan, Anies pernah berangkat ke Maroko, Turki, Jepang, Argentina, dan Singapura.

    Baca : Anies Kunjungi Amerika Setelah Kolombia, DKI: Bukan Dadakan

    "Sekarang Kolombia dan Amerika Serikat," kata Mawardi di kantornya, Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 12 Juli 2019.

    Berikut daftar lengkap kunjungan kerja Gubernur Anies Baswedan ke luar negeri:
    1. Maroko dan Turki
    Anies pertama kali kunker ke Cassablanca, Maroko dan Istanbul, Turki pada 17-22 April 2018. Dia memaparkan topik Masterplanning Green Urban Development di Auditorium Hyatt Regency, Casablanca dan bertemu Wali Kota Casablanca Hon Abdelaazis Omari.

    2. Turki
    Setelah dari Maroko, Anies langsung berangkat menuju Istanbul, Turki dalam rentang waktu 17-22 April 2018. Saat itu, Anies bertemu dengan Walikota Istanbul membahas kerja sama menyangkut air, transportasi, dan kebudayaan.

    3. Amerika
    Sepekan setelah dari Turki, Anies menyambangi Los Angeles, Amerika Serikat. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka kerja sama sister city Los Angeles dan Jakarta.

    Dia dijadwalkan bertemu sejumlah pejabat tinggi di Los Angeles dan menjadi pembicara di Annual Global Conference 2018. Kunjungan kerja ini berlangsung pada 29 April-1 Mei 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.