Polisi Buru Pemasok Bahan Baku Ganja Cair untuk Vape

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti cairan ganja yang ditampilkan saat konferensi pers di Kantor BNN, Jakarta, Rabu,12 Desember 2018. Cairan biji ganja yang dikemas dalam botol plastik tersebut dikirim dari Jerman menggunakan pos ke Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Barang bukti cairan ganja yang ditampilkan saat konferensi pers di Kantor BNN, Jakarta, Rabu,12 Desember 2018. Cairan biji ganja yang dikemas dalam botol plastik tersebut dikirim dari Jerman menggunakan pos ke Indonesia. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat masih memburu seseorang berinisial T, pemasok bahan baku ganja cair untuk liquid rokok elektronik alias vape.

    Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Afandi Eka Putra menyebut T telah masuk ke dalam daftar pencarian orang. “Masih kami buru,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin, 15 Juli 2019.

    Nama T mencuat setelah polisi menangkap seorang peracik ganja cair berinisial A di daerah Jatinegara, Jakarta Timur pada Jumat, 12 Juli 2019. Afandi menjelaskan T diketahui memiliki jaringan di Jakarta, Banyumas, dan Surabaya.

    Selain T, kata Afandi, polisi masih memburu pelaku lain yang masuk ke dalam jaringan tersebut. Namun ia enggan membeberkan identitas sosok yang tengah dikejar itu. “Ada yang lain juga. Bukan hanya T yang kami kejar,” kata dia.

    Kasus ganja cair itu terungkap saat polisi menangkap seseorang berinisial C di salah satu kantor jasa pengiriman di daerah Jakarta Timur. Ganja cair tersebut akan dijual dalam bentuk liquid untuk vape. Dari situ, polisi menangkap tersangka A.

    Berdasarkan interogasi polisi, A mengaku mendapat ganja serta alat-alat untuk mengolahnya menjadi cairan dari T. Daun ganja kering dikirim oleh T menggunakan jasa ojek online lalu diolah oleh A menjadi cairan atau liquid atas perintah bosnya tersebut.

    Ia lantas menjelaskan bahwa ganja cair diperjualbelikan lewat internet dengan harga bervariasi. Dalam sehari, A diduga dapat memproduksi 80-100 botol ukuran 5 mililiter ganja cair untuk liquid vape. “Kisaran harga Rp 300 ribu-Rp 400 ribu untuk paket ganja serbuk, sementara Rp 500 ribu- Rp 2,5 juta per botol untuk ganja cair tergantung takarannya,” kata Afandi.

    Polisi menyita beberapa barang bukti, seperti sebuah toples kaca berisi daun kering diduga ganja seberat 281 gram, sebuah toples kaca berisi cairan berwarna hijau gelap hasil olahan ganja, sebuah toples kaca berisi cairan berwarna kuning hasil olahan ganja, serta alat-alat yang digunakan untuk memproduksi liquid vape ganja itu.

    Polisi berencana menjerat tersangka produsen ganja cair itu dengan Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 113 ayat 1 lebih subsider Pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.