Pedagang Oleh-oleh Haji di Tanah Abang: Penjualan Mulai Meningkat

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membeli oleh-oleh khas Arab Saudi di Thamrin City, Jakarta, 12 Oktober 2014. Oleh-oleh haji di tempat ini banyak diburu warga sepulang naik haji karena terbatasnya jumlah barang bawaan dari Arab Saudi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Warga membeli oleh-oleh khas Arab Saudi di Thamrin City, Jakarta, 12 Oktober 2014. Oleh-oleh haji di tempat ini banyak diburu warga sepulang naik haji karena terbatasnya jumlah barang bawaan dari Arab Saudi. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan oleh-oleh haji di Pasar Tanah Abang mulai meningkat di musim haji tahun ini pada sepekan terakhir. Hal tersebut diungkapkan oleh sejumlah pedagang.

    "Peningkatan baru mencapai sekitar 20 persen dari total penjualan rata-rata pada hari biasa," kata salah satu pedagang di Pasar Tanah Abang Blok C Nur Hadi,

    Biasanya, kata Hadi, peningkatan penjualan oleh-oleh haji akan melonjak mulai dua pekan sebelum hari raya Idul Adha. Hari raya Kurban tahun ini jatuh pada 11 Agustus mendatang.

    "Pada masa puncak peningkatan penjualan tersebut saya bisa meraih omzet lebih dari empat kali lipat," kata Hadi. Ia telah berjualan sekitar 10 tahun di sentra oleh-oleh haji Tanah Abang itu.

    Pedagang lainnya, Badong mengatakan bahwa saat memasuki masa puncak penjualan oleh-oleh haji, biasanya mengalami lonjakan penjualan hingga lima kali lipat. "Pada hari biasa saya rata-rata menjual satu kodi sajadah, pada musim puncak penjualan oleh-oleh haji saya biasanya menjual hingga lima kodi," kata dia.

    Diki Saputra, pedagang lainnya, mengatakan bahwa jenis oleh-oleh haji yang penjualannya mulai meningkat, antara lain, air zam-zam dalam kemasan, buah kurma, kacang arab, dan aksesori seperti sajadah dan untaian tasbih. "Yang paling favorit adalah air zam-zam dan kurma," ujarnya.

    Meski mulai meningkat 20 persen, menurut Diki, kondisi tersebut relatif lebih sepi dibandingkan lima tahun lalu. Ia menyebut dalam 5 tahun terakhir, penjualan oleh-oleh haji mengalami penurunan sekitar 50 persen. "Kondisi tersebut salah satunya dipicu oleh makin banyaknya pembeli yang beralih dengan membeli melalui toko daring," kata dia.

    Senada dengan Diki, pedagang oleh-oleh haji, Lee Marboen mengatakan bahwa kemudahan membeli secara daring dengan tanpa mendatangi toko membuat para pembeli beralih dari toko konvensional. "Apalagi, kondisi lalu lintas di jalan raya sekitar Tanah Abang sering macet," kata Lee.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.