Jadi Tersangka, Pengendara Jeep Rubicon Terancam Penjara 1 Tahun

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tangkapan layar video peristiwa pengemudi Jeep Rubicon menerobos masuk ke area lomba lari Milo Run 10K di Epicentrum, Jakarta Selatan, Ahad, 14 Juli 2019. Sumber: Youtube

    Tangkapan layar video peristiwa pengemudi Jeep Rubicon menerobos masuk ke area lomba lari Milo Run 10K di Epicentrum, Jakarta Selatan, Ahad, 14 Juli 2019. Sumber: Youtube

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah menetapkan PDK, pengendara Jeep Rubicon yang menabrak panitia Jakarta International Milo Run 2019, Lena Marissa, sebagai tersangka. Menurut Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar M. Nasir, saat diperiksa, PDK mengaku kesulitan mengendarakan mobilnya.

    Nasir menyebut Lena berhenti mendadak di depan PDK. “Yang bersangkutan menyatakan tak mampu mengerem saat korban (Lena) berhenti di jalan. Tidak cukup jarak pengereman,” kata Nasir saat dikonfirmasi Tempo, Selasa, 16 Juli 2019.

    Nasir tak menjelaskan apakah PDK berkendara dengan kecepatan tinggi saat kejadian. Ia hanya menyebut kecelakaan terjadi akibat tak cukup jarak untuk mengerem dan Lena yang berhenti mendadak.

    Akibat kecelakaan itu, PDK terancam pidana satu tahun dan denda Rp 1 juta. Ia disangka melanggar Pasal 310 ayat 2 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009.

    Tangkapan layar video peristiwa pengemudi Jeep Rubicon menerobos masuk ke area lomba lari Milo Run 10K di Epicentrum, Jakarta Selatan, Ahad, 14 Juli 2019. Sumber: Youtube

    Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak Senin, 15 Juli 2019, PDK tak ditahan oleh polisi. “Tersangka tidak ditahan karena kooperatif dan datang pada panggilan pertama,” ujarnya.

    PDK yang mengendarai mobil Jeep Rubicon bernomor polisi B-123-DAA menabrak motor Yamaha NMAX yang ditunggangi Lena pada Ahad dini hari, 13 Juli 2019. PDK sempat membawa Lena ke RS MMC Kuningan untuk diobati.

    Saat meninggalkan RS, PDK menerobos ke area lomba lari Milo Run 2019 di Epicentrum, Jakarta Selatan, yang seharusnya steril dari kendaraan bermotor. Warga sekitar yang geram sempat memberhentikan Jeep yang dikendarai PDK.

    Dalam video yang viral di media sosial, terlihat peserta lomba lari dan pria yang mengenakan pakaian loreng-loreng sempat meminta pria itu untuk turun dari mobil. Alih-alih turun, PDK justru memacu kendaraannya untuk kabur dari kerumunan massa. Nasir mengatakan tak ada peserta lomba lari yang terluka akibat peristiwa itu.

    Nasir juga menegaskan kalau peristiwa kecelakaan yang melibatkan Jeep Rubicon itu dengan penerobosan area Milo Run 2019 di Epicentrum tak ada kaitannya. “Kejadian ini laka murni. Kejadian viral di video di luar konteks kecelakaan lalin. Jadi itu hanya masalah area berjalan pada saat pagelaran milo 10K," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.