Kasus Pungli Dibuka Guru Rumini, Polres Tangsel Masih Periksa Ini

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Rumini, 44 tahun, guru honorer yang dipecat karena membongkar dugaan pungutan liar atau pungli di SD Negeri Pondok Pucung 02, Tangerang Selatan kasihan apabila praktik itu berlanjut.

    Maka dari itu, dia melaporkan kasus dugaan pungli tersebut ke Polres Tangerang Selatan oada Kamis 4 Juli 2019 lalu.

    Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan Ajun Komisaris Muharam Wibisono Adipradono mengatakan pihaknya membutuhkan keterangan saksi terkait untuk mengungkap kasus ini.

    "Rumini kan Kamis pekan lalu sudah memberikan keterangan. Ya kita juga membutuhkan keterangan saksi terkait, karena kita yang mengundang maka butuh proses," demikian Muharam, Selasa 16 Juli 2019.

    Rumini, guru honorer SD Negeri Pondok Pucung 02, Tangerang Selatan, menunjukkan bukti kuitansi pembayaran atau pungli infocus yang dibebankan kepada orang tua murid pada Kamis, 4 Juli 2019. FOTO/Tempo/Muhammad Kurnianto

    Menurut Muharam Kepolisian Resor Tangerang Selatan masih proses lidik dalam kasus Rumini, pihak kepolisian sudah meminta keterangan Rumini dan satu orang dari pihak sekolah.

    "Kita sudah merencanakan memang semua yang terkait akan kita undang untuk klarifikasi, pihak dinas pendidikan dan kebudayaan kota Tangerang Selatan belum kita undang," ungkapnya.

    Muharam juga mengatakan bahwa Kepala dinas belum tau kapan akan diperiksa, yang jelas beberapa pihak terkait dari pihak Rumini dipanggil semua.

    "Ini masih proses lidik masih kita dalami semua, harap bersabar atas kasusnya ya. Untuk bukti masih belum kita simpulkan karena kita masih membutuhkan keterangan saksi lain, kesimpulan dari tindak pidanan kasus ini belum bisa kita simpulkan," imbuhnya.

    Sebelumnya seorang guru honorer di Tangerang Selatan mengaku dipecat dan menerima berbagai intimidasi setelah mencoba membongkar praktik pungli di tempatnya mengajar.

    Rumini sebelumnya adalah guru ekstrakulikuler tari tradisional. Setelah tujuh tahun mengabdi, kemudian ia diangkat menjadi guru bidang studi kesenian untuk kelas 1 dan 6, sebelum belakangan diberhentikan terkait pungli yang diungkapkannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.