DKR Depok Berhasil Upayakan 20 Siswa Miskin Lolos PPDB

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Depok Roy Pangharapan bersama warga miskin dan aktivis DKR menuju Balai Kota Depok untuk demonstrasi menentang sistem zonasi PPDB yang merugikan warga miskin, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Ketua Dewan Kesehatan Rakyat Depok Roy Pangharapan bersama warga miskin dan aktivis DKR menuju Balai Kota Depok untuk demonstrasi menentang sistem zonasi PPDB yang merugikan warga miskin, Selasa, 2 Juli 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Depok - Sekitar 20 siswa dari keluarga miskin di Kota Depok akhirnya diterima di sekolah menengah atas negeri. Sebelumnya, mereka gagal lolos Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2019 karena sistem zonasi. 

    Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok Roy Pangharapan mengatakan seorang siswa diterima di SMA Negeri 4 Depok,  satu siswa di SMKN 1 Depok, dan 15 siswa lainnya di SMK Negeri 3 Depok. “Setelah kami aksi, kepala sekolah berkonsultasi ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat untuk bersama memperjuangkan siswa miskin yang belum dapat sekolah,” ujarnya dalam siaran pers hari ini, Selasa, 16 Juli 2019. 

    Mulanya 16 siswa gagal masuk SMKN 3, Kecamatan Sukmajaya, karena terganjal sistem zonasi. Sedangkan empat siswa lainnya tidak diterima di SMKN 1, Kelurahan Cimpaen, Kecamatan Tapos. DKR mengadvokasi para siswa dari keluarga miskin tersebut dengan demonstrasi di Balai Kota Depok.

    Roy menjelaskan bahwa para kepala sekolah mempertimbangkan keluarga miskin sehingga menerima 20 siswa tersebut. Maka Roy berterimakasih kepada pengelola sekolah dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.

    Dia berharap tak ada lagi penolakan terhadap siswa miskin di sekolah negeri supaya subsidi pendidikan berguna dan tepat sasaran. “Pemerintah Kota Depok harus bangun sekolah negeri, khususnya SMA-SMK sesuai zonasi."

    Para orang tua siswa yang diterima di sekolah negeri sangat gembira dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengupayakan anak-anak mereka diterima di sekolah negeri. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa membalas kebaikan semuanya, mohon doanya,” ujar Atin, orang tua Novianti yangditerima di SMKN 3 Depok.

    Para siswa itu sangat gembira bisa lolos PPDB sesuai pilihan. Mereka berjanji giat belajar untuk membuktikan kalau mereka layak belajar di sekolah negeri. “Walaupun dari keluarga yang pas-pasan, kami bisa berprestasi dib sekolah. Terima kasih untuk relawan DKR," ujar Novianti.

    IRSYAN HASYIM

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.