Gerhana Bulan Tiba, Planetarium Jakarta Targetkan 500 Penonton

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gerhana bulan. Nasa.gov

    Ilustrasi gerhana bulan. Nasa.gov

    TEMPO.CO, Jakarta - Planetarium dan Observatorium Jakarta atau Planetarium Jakarta menargetkan sekitar 500 pengunjung hadir menonton gerhana bulan sebagian di Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa malam hingga Rabu pagi nanti, 16-17 Juli 2019.

    "Target pengunjung biasanya dilihat dari waktu pendaftaran," kata Kepala Satuan Pelaksana Teknik Pertunjukan dan Publikasi Planetarium Jakarta Eko Wahyu Wibowo di Jakarta pada Selasa malam, 16 Juli 2019.

    Peneropongan ini digelar mulai Selasa pukul 21.00 WIB hingga Rabu, 17 Juli 2019, pukul 06.00. Planetarium Jakarta juga menyediakan 13 teleskop yang bisa digunakan bergantian oleh pengunjung secara gratis.

    Eko mengatakan dirinya optimistis jumlah pengunjung bisa mencapai 500 hingga 1.000 orang sepanjang waktu tersebut. Apalagi, fenomena gerhana bulan yang bisa disaksikan secara langsung jarang terjadi. Pada tahun ini hanya ada tiga kali fenomena gerhana, yakni gerhana bulan pada Januari 2019, malam ini, dan gerhana matahari yang diprediksi terjadi pada Desember mendatang.

    Hingga pukul 23.00 tadi, jumlah pendaftar peneropongan gerhana bulan sebagian itu mencapai 242 orang. Para pengunjung Planetarium Jakarta dari berbagai daerah di sekitar Jakarta, seperti Bekasi, Cibubur, Depok, dan Tangerang. Bahkan ada pengunjung dari Bandung, Jawa Barat, dan Sidoarjo, Jawa Timur.

    Eko menjelaskan, masyarakat yang tak bisa datang ke Planetarium Jakarta bisa menyaksikan siaran langsung atau livestreaming gerhana bilan melalui Youtube.com di alamat http://bit.ly/livegbsjuli2019. Awal gerhana bulan sebagian diperkirakan dimulai Rabu dini hari pukul 01.43, sedangkan puncaknya diprediksi terjadi pada 04.31.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.