Selasa, 24 September 2019

Dana Cekak, UNHCR Gandeng RI dan Donatur Tangani Pencari Suaka

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pengungsi pencari suaka memeriksa kesehatannya di gedung Eks Kodim Kalideres, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah pengungsi pencari suaka memeriksa kesehatannya di gedung Eks Kodim Kalideres, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Perwakilan United Nations High Commisioner for Refugees atau UNHCR bagi Indonesia, Thomas Vargas, mengakui pihaknya memiliki keterbatasan dana untuk membantu pencari suaka di Indonesia.

    Karena dana cekak itu UNHCR menjalin kerjasama dengan pemerintah dan sejumlah lembaga donor untuk menangani 1.100 orang pencari suaka yang kini ditempatkan sementara di eks Kodim Kalideres, Jakarta Barat.

    "Kami kekurangan dalam pendanaan. Maka UNHCR bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah dan pihak lain seperti Dompet Dhuafa, Tzu Chi Foundation, Palang Merah Indonesia (PMI) dan International Organization for Migration (IOM)," ujar Thomas Vargas di Kantor UNHCR Menara Ravindo, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Juli 2019.

    Thomas menuturkan saat ini UNHCR baru bisa membantu pencari suaka sebanyak 300-400 orang. Itupun kata dia harus memprioritaskan pencari suaka yang paling rentan dan paling membutuhkan.

    "UNHCR melakukan segala yang kami bisa untuk membantu para pencari suaka, kami punya dana yang terbatas. Dengan dana kita yang terbatas, kita sudah membantu pencari suaka sebesar 300 atau 400 pencari suaka. Tapi kita sadar bahwa kebutuhan mereka melebih dana atau yang kami miliki," ujarnya.

    Thomas menyebut dari total bantuan dan dana yang dibutuhkan oleh UNHCR, baru sekitar 29 persen dana yang masuk. Hal ini membuat UNHCR masih membutuhkan banyak dana untuk bisa membantu para pencari suaka.

    "Sekarang baru sekitar 29 persen dari budget yang kita targetkan. Itu kurang dari setengahnya, dan seperti yang sudah saya bilang, mengingat adanya krisis pencari suaka global di seluruh dunia, sangat jelas bahwa kebutuhan mereka melebihi sumber daya yang ada," ujarnya.

    Sebelumnya UNHCR bersama Pemprov DKI Jakarta telah memindahkan para pencari suaka yang telah menginap berhari-hari di trotoar Jalan Kebon Sirih menuju eks Kodim di komplek perumahan Daan Mogot Baru, Kalideres, Jakarta Barat.

    Atas bantuan itu, Thomas merasa bersyukur lantaran pemerintah Indonesia mau menyediakan tempat dan solusi sementara waktu bagi para pencari suaka.

    "Ada berbagai solusi tergantung dari kesempatan yang pemerintah di seluruh dunia sediakan dan kita bersyukur kepada pemerintah Indonesia yang membolehkan para pencari suaka untuk tinggal di sini dengan aman sampai kita bisa mendapatkan solusi untuk mereka," kata dia.

    MUH HALWI | DA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Imam Nahrawi dan Para Menteri di Pusaran Korupsi

    KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi sebagai tersangka. Artinya, dua menteri kabinet Presiden Joko Widodo terjerat kasus korupsi.