Youtuber Dipolisikan, PSI: Garuda Indonesia Jangan Anti Kritik

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surat panggilan kepada Youtuber Rius Vernandes dari Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta yang diterima Selasa, 16 Juli 2019. Rius dilaporkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial (Sumber: IG @rius.vernandes)

    Surat panggilan kepada Youtuber Rius Vernandes dari Kepolisian Resor Bandara Soekarno-Hatta yang diterima Selasa, 16 Juli 2019. Rius dilaporkan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. atas dugaan pencemaran nama baik di media sosial (Sumber: IG @rius.vernandes)

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) meminta maskapai penerbangan Garuda Indonesia tidak bersikap anti kritik. Permintaan tersebut disampaikan untuk menanggapi youtuber Rius Vernandes dan kekasihnya, Elwiyana Monica yang dipolisikan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu. Juru bicara PSI, Sigit Widodo berujar video yang diunggah oleh para youtuber adalah fakta yang tidak perlu ditutupi.

    “Di era digital sekarang ini, aneh kalau ada orang yang dituntut karena mengungkapkan fakta kepada publik,” ujar Sigit secara tertulis pada Rabu, 17 Juli 2019.

    “Seharusnya Garuda justru berterima kasih kepada Rius,” Sigit menambahkan.

    Sigit melanjutkan, langkah Garuda yang mengeluarkan larangan kepada penumpang untuk mengambil foto dan video di dalam pesawat adalah tindakan. Selain itu, Sigit menilai Garuda semakin menunjukkan sikap anti kritik.

    “Walaupun larangan itu sudah diubah menjadi imbauan, tapi tindakan ini menunjukkan bahwa Garuda ingin menutup diri dari kritik,” ujarnya.

    Garuda Indonesia melaporkan Rius Vernandes dan Elwiyana Monica ke Polres Bandara Soekarno-Hatta dengan tuduhan melakukan pencemaran nama baik pada Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua youtuber itu mengambil foto saat penerbangan GA 715 - 417 tujuan Sydney - Denpasar - Jakarta. Mereka diduga menyebarluaskan foto catatan pada selembar kertas yang disebut menu penerbangan melalui InstaStory di Instagram.

    "Postingan melalui media sosial Instagram yang content atau isinya foto dan serta catatan tulisan tangan yang dinilai oleh pelapor mengandung unsur pencemaran nama baik," ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Ajun Komisaris Alexander Yurikho kepada Tempo,  Selasa, 16 Juli 2019.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.