Bambu Getah Getih Dibongkar, DKI: Tunggu Instalasi yang Baru

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Instalasi bambu Getah Getih hasil karya seniman Joko Avianto saat diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Instalasi Getah Getih terbuat dari ribuan bambu yang merupakan hasil dari petani Indonesia. Tempo/Amston Probel

    Instalasi bambu Getah Getih hasil karya seniman Joko Avianto saat diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Kamis, 16 Agustus 2018. Instalasi Getah Getih terbuat dari ribuan bambu yang merupakan hasil dari petani Indonesia. Tempo/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kehutanan DKI Jakarta akan menyiapkan instalasi baru untuk menggantikan instalasi Bambu Getah Getih di kawasan Bundaran HI yang baru dibongkar.

    Kepala Dinas Kehutanan DKI Suzi Marsita mengatakan saat ini, DKI sedang menunggu instalasi yang baru. "Tunggu instalasi yang barunya," ujarnya saat dihubungi Tempo, Kamis, 18 Juli 2019.

    Suzi enggan berkomentar lebih lanjut terkait konsep untuk instalasi yang baru.

    Pada Rabu malam, 17 Juli lalu, Dinas Kehutanan DKI membongkar instalasi Bambu Getah Getih. Seni instalasi itu dibuat dalam rangka memeriahkan perhelatan Asian Games 2018.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan karya tersebut pada 16 Agustus 2018. Susunan bambu tersebut merupakan karya dari seniman Joko Avianto.

    Pada Kamis pagi ini, lokasi instalasi bambu di Bundaran HI sudah bersih. Tak ada sedikit pun bambu yang tersisa di kawasan tersebut.

    Menurut Suzi, instalasi bambu tersebut dibongkar karena sudah dimakan usia. Ia mengatakan beberapa batang bambu pun sudah berjatuhan.

    Dinas membongkar instalasi bambu tersebut agar tidak roboh nantinya. "Bambunya sudah mulai rapuh, khawatir nanti rubuh," kata Suzi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.