Polisi: Laporan Politik Uang Caleg Gerindra Sudah Dicabut

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebaran yang beredar pada Ahad, 14 Juli 2019, di aplikasi percakapan WhatsApp yang menyatakan kalau polisi memburu caleg DPRD DKI dari Partai Gerindra, Wahyu Dewanto, karena diduga melakukan tindak pidana politik uang saat Pemilu 2019. Polisi membantah mengeluarkan selebaran tersebut. Sumber: Istimewa

    Selebaran yang beredar pada Ahad, 14 Juli 2019, di aplikasi percakapan WhatsApp yang menyatakan kalau polisi memburu caleg DPRD DKI dari Partai Gerindra, Wahyu Dewanto, karena diduga melakukan tindak pidana politik uang saat Pemilu 2019. Polisi membantah mengeluarkan selebaran tersebut. Sumber: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan laporan dugaan tindak pidana politik uang yang ditujukan kepada calon legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerindra, Wahyu Dewanto, telah dicabut.

    Pelapor yang juga politikus Partai Gerindra, Yupen Hadi mencabut laporan berdasarkan surat nomor 026/S/LAHIR-JKT/XI/2019 tertanggal 16 Juli. “Surat itu perihal permohonan pencabutan laporan polisi yang dikirimkan ke Kapolda Metro Jaya dan Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro,” kata Argo saat dikonfirmasi, Kamis, 18 Juli 2019.

    Argo menuturkan laporan itu dicabut dengan alasan perkara sudah diselesaikan secara musyawarah dalam internal Partai Gerindra. Terkait pencabutan, kata dia, penyidik telah memeriksa Yupen dan telah menuangkan hasilnya ke dalam berita acara pemeriksaan. “Kami juga sudah melakukan gelar perkara penghentian penyidikan,” ujarnya.

    Yupen Hadi sebelumnya melaporkan Wahyu atas dugaan politik uang pada 25 Mei 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor: LP/3945NII/2019/ Ditreskrimum. Wahyu diduga melanggar Pasal 523 ayat 1 juncto Pasal 280 ayat 1 huruf j Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

    Wahyu Dewanto diketahui mundur dari pencalonan legislatif Partai Gerindra DKI Jakarta dengan Daerah Pemilihan (Dapil) 8 Jakarta Selatan. Surat pengunduran diri itu telah dikirimkan ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta pada 15 Juli 2019.

    Polisi juga sebelumnya telah mengeluarkan selebaran yang menyatakan bahwa Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tengah memburu Wahyu Dewanto, caleg Gerindra. Disebutkan juga dasar perburuan polisi adalah surat laporan polisi bernomor LP/3945NII/2019/Ditreskrimum tertanggal 1 Juli 2019. Tertulis juga polisi telah mengeluarkan Surat Perintah Penyidikan bernomor Sp.Sidik/2217/VII/2019/Ditreskrimum tertanggal 2 Juli 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.