Lagunya di Lampu Merah, Wali Kota Depok Mengaku Tak Dibayar

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Depok, Mohammad Idris. wikipedia.org

    Walikota Depok, Mohammad Idris. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Depok - Wali Kota Depok, Muhammad Idris, mengaku tak dibayar untuk lagunya yang akan diputar di lampu merah di kota itu. Lagu berjudul 'hati-hati' itu menuai kritik terutama di media sosial.  
     
    Idris menegaskan tak ada anggaran daerah yang dipakai untuk produksi lagu dan rencana pemutarannya per Agustus nanti. Dia menyebut karya lagu itu didasari kerja keras dan ketulusan. 
     
    "Tanyakan Mas Koko Thole, penulis liriknya tidak dibayar. Penyanyinya apalagi, enggak dibayar," kata Idris di kantornya, Kamis 18 Juli 2019.
     
    Idris menerangkan, lagu berisi imbauan dan terhubung dengan sistem kendali kawasan lalu lintas di Dinas Perhubungan. Dia menambahkan, tidak semua lampu lalu lintas di Kota Depok akan terintegrasi dengan lagunya itu. Pemutarannya pun tidak setiap saat.
     
    "Jadi bukannya setiap TL nanti ada lagu disetel supaya orang bisa joget segala macem, tidak. Ini persepsi yang keliru ya, jangan dilebih-lebihkan. Ini LC namanya, Lebay Cekali ini," ujarnya.
     
    Idris mengatakan lagu Hati-Hati bakal 'dirilis' di lampu merah simpang Ramanda pada akhir akhir Agustus. Lagu yang dinyanyikan Wali Kota Depok akan diputar saat lampu lalu lintas menyala merah selama 45-60 detik. 
     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.