Sebulan, Polres Bogor Tangkap 54 Tersangka Narkoba

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 54 tersangka bandar dan pengedar narkotika di Kabupaten Bogor diringkus aparat kepolisian Resor Bogor dalam kurun waktu satu bulan, Jumat, 19 Juli 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    Sebanyak 54 tersangka bandar dan pengedar narkotika di Kabupaten Bogor diringkus aparat kepolisian Resor Bogor dalam kurun waktu satu bulan, Jumat, 19 Juli 2019. TEMPO/Ade Ridwan

    TEMPO.CO, Bogor – Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Bogor mengungkap 40 kasus peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba selama kurun waktu sebulan, dari 19 Juni sampai 19 Juli 2019.

    Kepala Satarkoba Polres Bogor, Ajun Komisaris Andri Alam mengatakan dari total kasus tersebut, pihaknya menangkap 54 tersangka yang merupakan bandar dan pengedar barang haram tersebut. “Dari pengungkapan kasus ini kami amankan kurang lebih 8 sampai kilogram ganja, 100 gram lebih sabu 100 gram dan 30 butir lebih pil ekstasi,” kata dia di Mapolres Bogor, Jumat, 19 Juli 2019.

    Andri mengatakan pengungkapan jaringan tersebut merupakan upaya sistematis Polres Bogor dalam memutus peredaran narkoba di Kabupaten Bogor.

    Para tersangka, kata Andri, dijerat dengan sejumlah pasal, yaitu pasal 114 ayat 1, pasal 112 ayat 1, pasal 111 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 8 tahun dan maksimal 15 tahun. “Atau pidana penjara seumur hidup dan pidana denda minimal Rp 1 miliar maksimal Rp 10 miliar,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, Setiabudhi Nugraha mengatakan Kabupaten Bogor menduduki rangking kedua se-Jawa Barat, setelah Bandung, dari tingkat kerawanan peredaran narkotika.

    “Kabupaten Bogor juga menduduki rangking 10 terbawah kurang tanggap tentang bahaya narkoba,” kata Budhi saat menghadiri acara peringatan Hari Anti Narkoba Internasional di Kantor Bupati Bogor, Rabu, 17 Juli 2019.

    Budhi mengatakan, sebagian besar dari pengguna narkoba merupakan remaja usia produktif, dari mulai pelajar SMP/SMA, mahasiswa hingga kalangan buruh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.