Hasil Pemeriksaan, Ini Alasan Pengacara Tomy Winata Aniaya Hakim

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi persidangan. shutterstock.com

    Ilustrasi persidangan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi telah resmi menetapkan Desrizal Chaniago (54) sebagai tersangka penganiayaan dan menahannya per Jumat malam 19 Juli 2019. Pengacara pengusaha Tomy Winata itu menganiaya majelis hakim di tengah persidangan perkara gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sehari sebelumnya.

    Menurut Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Harry Kurniawan, tersangka Desrizal dalam pemeriksaan mengaku menyerang hakim karena kesal. "Ia kesal karena vonis yang dibacakan itu tidak sesuai dengan harapan tersangka," kata Harry, Jumat 19 Juli 2019.

    Seperti yang juga terekam dalam kamera CCTV di ruang sidang, penyerangan terjadi saat ketua majelis hakim Sunarso sedang membacakan putusannya. Pertimbangan majelis hakim mengarah kepada menolak gugatan yang diajukan Tomy Winata .

    "Yang dibacakan oleh korban tidak sesuai yang diharapkan dan tersangka mengambil ikat pinggang yang ada di celananya dan berdiri mendekati korban," ujar Harry.

    Arah putusan menolak gugatan juga diungkap juru bicara Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Makmur. "Bermula ketika majelis hakim tengah membacakan putusan yang mana pertimbangannya mengarah uraian bermuara petitum ditolak," katanya terpisah.

    Makmur menjelaskan, hakim belum ketok palu putusan, Desrizal Chaniago langsung mendatangi meja hakim sembari melepas ikat pinggang dan kemudian menyerang hakim. Dua dari tiga hakim menjadi korban penganiayaan itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.