Dua Versi Sebab Kecelakaan Maut Truk Pertamina, Ini Perbedaannya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah mobil tangki saat melakukan pengisian bahan bakar di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (30/12). TEMPO/Amston Probel

    Sejumlah mobil tangki saat melakukan pengisian bahan bakar di Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (30/12). TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pertamina Patra Niaga menyatakan sedang menginvestigasi kecelakaan truk tangki dengan minibus jenis Toyota Calya di jalan tol layang Rawamangun, Jakarta Timur. Kecelakaan truk Pertamina yang terjadi pada Minggu dinihari, 21 Juli 2019, itu menyebabkan tiga orang tewas. 

    “Kejadian tersebut saat ini sedang dalam investigasi tim kami," kata Corporate Communication and CSR PT Pertamina Patra Niaga, Ayulia, dalam keterangan yang diberikannya kemudian. 

    Dari laporan yang diterimanya, PT Pertamina Patra Niaga menyebut penyebab kecelakaan yang berbeda dengan versi polisi. Beberapa bagian dalam kronologis dan keterangan muatan BBM juga berbeda. 

    "Kami tentu akan melakukan penelusuran dan pengecekan lebih lanjut di lapangan dan petugas Kepolisian,” ucap Ayulia. Berikut ini selengkapnya keterangan dari masing-masing versi,

    PT Pertamina Patra Niaga:

    Truk tangki dengan kapasitas 24 kiloliter (KL) berangkat dari Depo Plumpang, Pukul 01.30 WIB, dengan tujuan SPBU nomor 3417403 di kawasan Jatibening, Bekasi. Truk mengangkut BBM jenis premium delapan ribu liter, delapan KL pertalite, dan delapan KL pertamax.

    Truk bernomor polisi B 9851 SHE itu melaju dengan kecepatan normal, termasuk sesampainya di jalan tol layang Rawamangun pada sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu minibus Toyota Calya B 2230 TOW datang melaju agak tidak terkendali dari arah belakang. 

    Minnibus menabrak tepat di bagian box lossing sebelah kiri mobil tanki. Akibatnya, timbul percikan api dan sopir truk tanki berusaha mengerem laju kendaraannya. Namun, mobil tanki slip dan jalannya menjadi tidak terkendali.

    Menabrak pagar pembatas jalan tol, kepala truk terlempar jatuh ke bawah tol menewaskan sopir dan kernetnya. Sedang bagian truk lainnya terbakar dan menewaskan pengemudi minibus.

    Kepolisian, seperti dituturkan Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Timur, Ajun Komisaris Agus:

    Kecelakaan terjadi setelah truk tangki berkapasitas 32 ribu liter BBM oleng karena menyenggol pagar pembatas jalan tol sebelah kiri. Sopir diduga mengantuk. 

    Hasil tangkapan video pemadaman api kecelakaan mau truk tangki Pertamina dengan Toyota Cayla di Jalan Tol Wiyoto Wiyono, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Minggu dini hari, 21 Juli 2019. FOTO: Damkar Jakarta Timur

    Akibat selanjutnya, kepala truk terlepas dan jatuh ke jalan arteri di depan gerbang Jalan Tol Rawamangun. Sedangkan tangki yang masih berada di jalan tol layang ditabrak minibus Toyota Calya. Pengemudinya tewas dan kondisinya belum bisa teridentifikasi. "Pengemudi ikut terbakar di dalam mobilnya," ucap Agus.

    Kecelakaan truk Pertamina itu terjadi sekitar pukul 01.45 WIB dan api baru padam pukul 03.10 setelah 13 unit mobil pemadam dengan 48 personel dikerahkan ke lokasi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.