Kasus Nunung, Ini Permohonan Tulus Tarzan Srimulat Kepada Polisi

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak Tarzan. (liputan6)

    Pelawak Tarzan. (liputan6)

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelawak senior Toto Muryadi alias Tarzan Srimulat membesuk Tri Retno Prayudati atau Nunung yang tengah diperiksa dalam kasus sabu di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, hari ini, Senin, 22 Juli 2019. Tarzan datang bersama Tessy dSrimulat dan rombongan dari Gerakan Peduli Anti Narkoba (GPAN).

    Saat tiba di Polda, rombongan langsung mendatangi Direktorat Narkoba tempat Nunung diperiksa. Namun, mereka terlihat tertahan di pintu masuk. "Saya dan Tessy bersama teman-teman yang lain (menjenguk) tapi nyatanya masih nunggu izin boleh masuk apa enggak," ucap Tarzan.

    Dia pun menyampaikan permohonan kepada polisi mengenai penanganan kasus Nunung, yang menurut polisi sudah 20 tahun memakai sabu. Tarzan sangat berharap yuniornya di Srimulat tersebut tidak dihukum penjara.

    "Harapan saya (Nunung) direhab, konon seorang pengguna itu direhab, UU-nya ada itu," ujar Tarzan.

    Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap Nunung Srimulat bersama suaminya, July Jan Sembiran, serta kurir sabu bernama Hadi Moheryanto alias Tabu pada Jumat siang, 19 Juli 2019. Juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Argo Yuwono, mengatakan Nunung ditangkap di kediamannya di Tebet, Jakarta Selatan. Polisi menyita barang bukti satu klip sabu seberat 0,36 gram. Berdasarkan hasil tes urin Nunung dan July positif mengkonsumsi narkoba.

    Awalnya kepada polisi Nunung mengaku menggunakan sabu sejak lima bulan lalu dengan alasan untuk menambah stamina saat bekerja. Dia mengatakan sepuluh kali membeli sabu dari Tabu dengan harga Rp 1,3 juta per gram. Ketika ditangkap, Nunung dan Tabu baru saja bertransaksi. Namun, Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Herry Heryawan mengatakan Nunung Srimulat sudah memakai sabu sejak 20 tahun lalu.

    M. JULNIS FIRMANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.