Kepulauan Seribu Kembangkan Sampah Plastik Jadi Listrik, Caranya?

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerhati lingkungan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) saat memperkenalkan Monster Plastik di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, pada Sabtu, 20 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    Pemerhati lingkungan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) saat memperkenalkan Monster Plastik di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, pada Sabtu, 20 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Administrasi Kepulauan Seribu DKI Jakarta, akan mendorong pengembangan energi listrik terbarukan berbahan sampah plastik sebagai upaya mengatasi persoalan limbah plastik di wilayah itu.

    "Kami (sedang) mencari teknologi agar sampah plastik laut tidak perlu dibawa ke darat. Tapi diolah menjadi energi listrik," kata Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi, Senin 22 Juli 2019.

    Pemerintah setempat mencatat jumlah produksi sampah di Kepulauan Seribu mencapai 40 ton setiap hari. Adapun sebanyak 60 persen dari sampah-sampah itu merupakanlimbah sampah plastik kiriman yang terbawa arus gelombang laut.

    Junaedi mengungkapkan bahwa penanganan sampah di wilayahnya selama ini hanya sebatas pemungutan dan pemilahan yang dilakukan petugas kebersihan (PPSU) dan bank sampah, selanjutnya sampah itu dibawa ke darat untuk didaur ulang menjadi kompos maupun kerajinan. Dia menilai penanganan tersebut belum maksimal untuk mengatasi semua persoalan limbah plastik di Kepulauan Seribu.

    Persoalan sampah yang belum selesai memberi dampak buruk bagi industri pariwisata setempat, seperti kawasan pantai yang kumuh serta banyak kapal pengangkut wisatawan mendadak berhenti di tengah laut karena baling-balingnya terlilit sampah plastik.

    "Dengan adanya teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik, maka diharapkan mampu mengatasi persoalan limbah plastik," ujarnya.

    Ke depan, lanjut Jaenudin, Pemerintah Kepulauan Seribu akan berkoordinasi dengan beberapa instansi horizontal maupun vertikal yang mengurusi energi dan lingkungan agar dapat mengolah sampah, termasuk sampah plastik menjadi listrik. Juga pengadaan kapal pengangkut sampah yang akan ditempatkan di tiap pulau.

    Penerapan teknologi pengolahan sampah plastik menjadi listrik juga ditujukan untuk mengatasi persoalan krisis energi di beberapa pulau pribadi dan resort Kepulauan Seribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.