Pedagang Buku Pasar Kenari: Hanya Ramai Sepekan Diresmikan Anies

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pasar buku Jakbook di Pasar Kenari, Salemba, Senin, 29 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pasar buku Jakbook di Pasar Kenari, Salemba, Senin, 29 April 2019. TEMPO/Lani Diana

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pedagang mengeluhkan sepinya pembeli di sentra buku Pasar Kenari, Salemba, Jakarta Pusat, yang diresmikan Gubernur DKI Anies Baswedan pada April lalu.

    "Ramainya pembeli hanya pada sepekan awal setelah tempat ini dibuka Gubernur Anis Baswedan pada akhir April 2019," kata salah satu pedagang buku, Labora Sitorus di Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

    Setelah itu, kata dia, jumlah pengunjung semakin menurun hingga saat ini atau hampir tiga bulan sejak Jakbook dibuka. Sebagian besar, pedagang di Jakbook  berasal dari sentra buku Pasar Senen dan Kwitang, Jakarta Pusat.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan sentra buku baru di lantai tiga Pasar Kenari sekaligus membuka toko buku murah, yakni Jakbook  pada 29 April 2019. 

    Selain Jakbook, ada 65 kios buku di lantai tiga dengan dilengkapi beragam fasilitas, seperti ruangan berpendingin udara, tempat membaca baik lesehan dengan rumput imitasi maupun meja serta kursi, pujasera makanan, bank, ruang laktasi, hingga fasilitas pendidikan anak usia dini (PAUD).

    Berdasarkan pantauan ANTARA, semua fasilitas tersebut berfungsi dengan baik. Suasana nyaman dan bersih karena tenaga kebersihan selalu bersiaga. Namun, banyak kios buku yang tutup.

    Menurut Labora Sitorus, sejak pekan kedua sentra buku di Pasar Kenari ini dibuka, banyak pedagang yang menutup kiosnya dan memilih berjualan di kios maupun lapak lama mereka di Pasar Senen.

    "Di sana penjualannya lebih menjanjikan. Saya pun masih membuka satu lapak di Pasar Senen dengan hasil penjualan yang lebih bagus dibandingkan di Pasar Kenari ini," kata Sitorus yang sudah sejak 2013 berjualan buku di Pasar Senen.

    Sitorus membandingkan, penjualan buku di Pasar Kenari hanya mencapai rata-rata sepuluh buku per hari, sedangkan di Pasar Senen bisa 40 buku per hari.

    Seorang pedagang lainnya, Indah Suciati mengatakan ramainya penjualan di Pasar Kenari berlangsung pada sebulan pertama usai Anies Baswedan datang . "Setelah itu berangsur sepi. Untuk mencapai penjualan Rp100 ribu per hari susahnya bukan main," kata pemilik kios buku di Pasar Senen.  Padahal, lanjut dia, di kiosnya yang lama di Pasar Senen, penjualan rata-rata per hari bisa mencapai Rp300.000.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.