Tol Becakayu Caplok 5.000 Meter Lahan Islamic Centre Bekasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu di kawasan Jalan K.H. Noer Ali, Bekasi Selatan, Ahad, 30 Juni 2019. Pembangunan ruas Tol Becakayu seksi 2A ditargetkan rampung pada Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    Pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu di kawasan Jalan K.H. Noer Ali, Bekasi Selatan, Ahad, 30 Juni 2019. Pembangunan ruas Tol Becakayu seksi 2A ditargetkan rampung pada Agustus 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bekasi - Pembangunan Tol Becakayu akan menggusur sebagian bangunan di Kawasan Islamic Centre Kota Bekasi. Yayasan Nurul Islam, pengelola kawasan Islamic Centre Bekasi tak bisa menolak rencana penggunaan lahan seluas 4.986 meter persegi itu karena status lahan milik pemerintah daerah setempat.

    "Demi kepentingan yang lebih luas kita menerima," kata Ketua Yayasan Nurul Islam, Paray Said pada Senin, 22 Juli 2019.

    Luas lahan yang terkena proyek Becakayu itu sebenarnya telah dipangkas, dari 8 ribu meter menjadi 4.986 meter persegi. Total luas kawasan Islamic Centre Bekasi adalah 3,2 hektar. 

    Sebelumnya, PT KKDM, perusahaan di bawah PT Waskita Karya, yang menggarap proyek Tol Becakayu menginginkan 8000 meter lahan di sana. Tapi, setelah negoisasi maka yang dipakai hanya 4.986 meter.

    Paray mengatakan, ada beberapa bangunan yang bakal tergusur pembangunan Tol Becakayu, seperti sebagian asrama, sekolah, rumah kompos, hingga rumah imam. Yayasan, kata dia, tengah mencari lahan pengganti untuk sejumlah bangunan yang terdampak tersebut.

    "Kalau masjid tidak kena, karena bangunan itu yang kami hindari sejak awal," ujar dia.

    Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi tak mempersoalkan lahan Islamic Centre dipakai konstruksi jalan tol. Ia justru keberatan jika konstruksi jalan menggusur tempat pengolahan air bersih atau Water Treatment Plant (WTP) yang berdampingan dengan Islamic Centre.

    "KKDM minta itu sekarang WTP-nya kena. Kita enggak mau, bisa celaka pelayanan. Tidak jadi kendala kalau Islamic," kata Rahmat.

    Pembangunan Jalan Tol Becakayu seksi 2 A saat ini sudah sampai ujung Kalimalang Jalan KH. Noer Ali. Rencananya, konstruksi jalan tersebut melintang di atas Jalan Ahmad Yani berbelok menuju Jalan Suplesi Kalimalang atau di belakang ruko Suncity Square.

    Sebagian lahan Islamic Centre dibutuhkan agar jalan tol Becakayu tidak menikung tajam. Di kawasan ini atau di sekitar bekas PT. Amarta Karya bakal terdapat gerbang tol. Dari lokasi itu kontruksi bakal berlanjut seksi 2 B sampai ke Bekasi Timur di kawasan Grand Dhika City.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.