Masih Ingin Bantu Warga, Ahok Bakal Luncurkan Aplikasi Jangkau

Reporter:
Editor:

Ninis Chairunnisa

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bersalaman dengan warga saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp

    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, bersalaman dengan warga saat mencoba MRT di Jakarta. Twitter/@@basuki_btp

    TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, dirinya masih ingin membantu warga meski tak lagi menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Salah satu caranya adalah dengan membuat aplikasi yang menghubungkan antara pemberi dan penerima bantuan. Aplikasi itu bernama Jangkau.

    "Jadi aplikasi Jangkau ini ya semacam blibli.com atau Tokopedia gitu loh. Jadi yang mau bantu sama yang mau terima sumbangan ketemu," kata Ahok usai menerima Roosseno Award IX-2019 di Roosseno Plaza, Kemang, Jakarta Selatan, Senin, 22 Juli 2019.

    Ahok memaparkan nantinya pemberi bantuan dapat mengunggah barang tak terpakai untuk kemudian disumbangkan. Melalui aplikasi itu, pemberi bantuan bakal terhubung dengan penerima atau warga yang membutuhkan.

    Ahok akan berperan sebagai dewan pembina. Dia dan timnya akan menjadi penghubung yang melakukan verifikasi data. Tim pembuat aplikasi ini, kata dia, seluruhnya melibatkan profesional. Aplikasi Jangkau ini, menurut Ahok, bakal dirilis 1 Agustus 2019.

    "Saya juga harap kalau memang laku kita akan bikin off air, acara mungkin. Nanti hasilnya satu kali kita sumbangkan untuk yayasan, kita dirikan yayasan namanya yayasan BTP. Beri Tanpa Pamrih," kata Ahok.

    Menurut Ahok, dirinya kini tak bisa lagi membantu warga, khususnya yang tak mampu. Ahok menyebut uangnya terbatas untuk menolong orang lain.

    Hari ini, Ahok didampingi isterinya, Puput Nastiti Devi, menghadiri Roosseno Award IX-2019. Ahok menerima penghargaan itu karena dianggap memiliki etos kerja dan integritas tinggi. Hadir juga dalam acara ini mantan Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

    Ahok sebelumnya terseret kasus penistaan agama. Dia divonis bersalah lantaran telah menyinggung surat Al Maidah ayat 51 ketika pidato di Kepuluan Seribu. Alhasil, dia harus mendekam di penjara selama dua tahun, dikurangi remisi 3 bulan 15 hari. Sejak bebas dan pergi ke luar negeri, belakangan Ahok kembali muncul di depan publik. Misalnya saat dia menjajal kereta MRT dan mengunjungi Lapangan Banteng.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.