Kekeringan, 11 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Krisis Air Bersih

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi air bersih. sndimg.com

    Ilustrasi air bersih. sndimg.com

    TEMPO.CO, Tangerang - Sebelas dari 29 kecamatan di Kabupaten Tangerang mengalami krisis air bersih akibat kekeringan di musim kemarau panjang. Padahal, berdasarkan perkiraan BMKG, puncak kemarau akan terjadi pada Agustus mendatang.

    "Laporan yang masuk ke kami, wilayah kekeringan itu minta bantuan air bersih," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agus Suryana, kepada Tempo, hari ini, Selasa, 23 Juli 2019.

    Tanpa merinci titik titik kekeringan itu, Agus menuturkan bahwa desa-desa yang meminta kiriman air bersih ke BPBD berada di Kecamatan Tigaraksa, Legok, Curug, Jambe, Panongan, Jayanti, Teluknaga, Kosambi, Sindang Jaya, Kronjo, dan Mauk. Kepala desa masing-masing mengirim surat ke BPBD agar dikirimkan air bersih karena debit air sumur mengecil.

    Agus mengatakan krisis air bersih di Kabupaten Tangerang telah terjadi dua pekan terakhir ini. Salah satunya Desa Palasari, Kecamatan Legok, yang meminta dikirimi air bersih. "Kemarin kami kirimkan empat tangki air bersih." 

    BPBD juga melayani permintaan air bersih sejumlah institusi, seperti RS Hermina Bitung. Dikirimlah empat tangki air untuk mengisi tandon rumah sakit.

    Dampak lain kekeringan adalah kurangnya pasokan air ke lahan pertanian di wilayah utara Tangerang, seperti Mauk, Pakuhaji, Kresek, dan Gunung Kaler. "Ada 400 hektare lahan mengalami kekeringan."

    JONIANSYAH HARDJONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.