Bupati Bogor Ancam Tutup Perusahaan Pencemar Sungai Cileungsi

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto udara yang menunjukka eretan menyeberangi Sungai Cileungsi yang tercemar di pebatasan Kabupaten Bogor- Kabupaten Bekasi, Bojong Kulur, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019. Air Sungai Cileungsi tersebut berubah warna menjadi hitam diduga akibat pencemaran limbah pabrik di kawasan tersebut. ANTARA

    Foto udara yang menunjukka eretan menyeberangi Sungai Cileungsi yang tercemar di pebatasan Kabupaten Bogor- Kabupaten Bekasi, Bojong Kulur, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019. Air Sungai Cileungsi tersebut berubah warna menjadi hitam diduga akibat pencemaran limbah pabrik di kawasan tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Bogor -Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan bakal menutup paksa perusahaan yang ketahuan membuang limbah ke Sungai Cileungsi.

    “Kan ini sudah diperingatkan berkali kali, bahkan ada beberapa perusahaan dilaporkan dan kemudian diadili. Tapi tidak ada efek jera,” kata Ade kepada Tempo, Senin 22 Juli 2019, soal ancaman segera menutup perusahaan pencemar Sungai Cileungsi.

    Ade mengatakan, pihaknya akan memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menelusuri seluruh perusahaan yang membuang limbahnya ke Sungai Cileungsi.

    “Ketika ketahuan membuang limbah, ditambah padahal dia sudah diproses, diperingati dan sebagainya, tutup aja,” kata Ade.

    Ade mengatakan, penegasan itu ia keluarkan setelah kembali mendapatkan laporan kembali berubahnya kondisi Sungai Cileungsi meskipun telah berulangkali diperingatkan dan ditindak. “Aparat harus tegas disini,” dia menegaskan.

    Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor, Pandji Ksatriyadji kembali mengambil sampling air Sungai Cileungsi setelah adanya perubahan kondisi sungai pada Minggu 21 Juli 2019.

    “Pengujian sampling ini membutuhkan waktu 14 hari untuk menentukan kandungan dalam air,” kata Pandji dikonfirmasi Tempo, Minggu 21 Juli 2019.

    Warga menggunakan jasa penyeberangan perahu eretan di Sungai Cileungsi yang tercemar di pebatasan Kabupaten Bogor- Kabupaten Bekasi, Bojong Kulur, Jawa Barat, Senin, 22 Juli 2019. Sebelumnya, sungai yang mengalir ke Kota Bekasi tersebut pernah tercemar pada September 2018 lalu. ANTARA

    Pandji mengatakan, adapun titik pengambilan sampling air yakni di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal (Jembatan Wika), Jembatan Cikuda, dan Curug Parigi, Kecamatan Gunung Putri

    Pandji belum bisa memastikan apakah Sungai Cileungsi tersebut kembali tercemar oleh limbah pabrik atau tidak, “Belum bisa di simpulkan,” kata Pandji.

    Meski begitu, lanjut Pandji, jika terbukti adanya pencemaran Sungai Cileungsi oleh limbah pabrik akan ditindak sesuai dengan UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan. “Seperti tahun kemarin, kita berikan sanksi penutupan bahkan pidana,” kata Pandji.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi

    Komitmen Pengelolaan Gambut Lestari di Lahan Konsesi