DKI Imbau Masyarakat Tak Gunakan Plastik Sekali Pakai untuk Daging Kurban

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Panitia dan remaja masjid memotong daging kurban sebelum dibagikan di kawasan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta, 1 September 2017. Remaja masjid di kawasan tersebut membagikan kurang lebih 1800 bungkus daging kurban dari 10 sapi dan 40 kambing kepada warga miskin dan orang terlantar di kawasan Jakarta. ANTARA/M Agung Rajasa

    Panitia dan remaja masjid memotong daging kurban sebelum dibagikan di kawasan Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta, 1 September 2017. Remaja masjid di kawasan tersebut membagikan kurang lebih 1800 bungkus daging kurban dari 10 sapi dan 40 kambing kepada warga miskin dan orang terlantar di kawasan Jakarta. ANTARA/M Agung Rajasa

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengimbau penyelenggara kurban Idul Adha untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai saat membagikan daging kurban.

    "Kami imbau agar panitia kurban tidak menggunakan plastik sekali pakai, apa lagi plastik kresek hitam pada saat membagikan daging kurban," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih dalam keterangan tertulisnya, Selasa 23 Juli 2019.

    Ardono menjelaskan kantong plastik merupakan jenis sampah yang membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alamiah. Apa lagi kantong kresek hitam yang dibuat dari daur ulang plastik bekas yang mengandung zat karsinogen dan berbahaya bagi kesehatan.

    Selain itu kata Ardono, imbauan untuk tidak memakai kantong kresek hitam juga sudah diatur dalam oleh BPOM sejak 2009.

    Ardono meminta masyarakat untuk menggunakan wadah yang ramah lingkungan untuk membungkus daging kurban, seperti daun pisang daun talas atau bahan ramah lingkungan lainnya. "Idul Adha masih beberapa pekan ke depan masih ada waktu yang cukup bagi panitia untuk mempersiapkan," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.